Dia yang luluh..

Tidak seperti yang dikira
Tidak seperti yang ia sampaikan dulu
Di sebuah pesan singkatnya

Setelah ia mengenal tarbiyah
Lebih dari satu tahun silam
Ia bertekad begitu kuat
Untuk menyesali
Untuk takkan mengulangi
Apa yang ia katakan sendiri
Dalam pesan singkatnya
Sebagai orang-orang bodoh

Subehanalloh…
Ada pancaran cahaya
Akan lahir emas-emas murni
Perhiasan terindah dunia
Yang begitu mulia
Dari sudut yang sempit itu
Di sebuah Mushollah
Tempat ia tertarbiyah

Belum kering bola mata itu
Yang membaca isi pesan singkatnya
Ia ingin berubah
Ia telah mendapatkan ilmunya
Ia akan istiqomah
Untuk memegang teguh prinsip
Tak kan pernah berpaling
Ke masa jahiliyahnya
Zaman yang telah menggaraminya
Penyesalan demi penyesalan
Ia tumpahkan dalam pesan itu

Istiqomah…
Memang seperti menggenggam bara api
Itulah sabda Rosul

Belum juga usai
Rangkaian bait indah
Rima yang tak apik
Masih begitu segar
Untaian kata-katanya
Dalam memori bermerek lobus parietal

Ia..
Harus membuktikan
Melalui sebuah ujian

Enggan awalnya
Mungkin…

Lalu..
Seberapa kuatkah ia bertahan
Membuktikan konsistensinya
Sementara..
Ujiannya..
Ujian yang berbicara perasaan
Perasaan cinta,
Yang konon sulit dijelaskan

Kini..
Ia dihadapkan pada pilihan
Syariat atau perasaan
Mana ilmunya…?
Sayang..
Yang awalnya ia ditelpon
Kini ia yang menelpon
Bahkan..
Ia mengajak
Komunikasi intens
Disebuah Jejaring sosial
Sayang..
Belum sekaliber Chairil Anwar
Atau Kahlil Gibran
Yang mengutak-atik emosionalnya
Ia sudah teler kepayang

Berbicara sampai berjam-jam
Waktu tak terasa lagi baginya
Ia seakan telah dibawa terbang
Dengan kepakan sayap cinta

Pesan singkatnya dulu
Yang selalu berisi pesan-pesan tausiyah
Saling mengingatkan dan bertawasau

Kini..
Sekedar membalas kabar
Yang ditanyakan sahabatnya
Tak lagi dihiraukannya
Terbang bersama debu jalanan

Air mata menetes..
Semurah itukah..?
Serendah itukah..?
Semudah itukah..?
Kualitas generasi guroba ini
Dipontang panting
Oleh lantunan suara
Yang bernada cinta

Astagfirullohal ‘Adzhim..
Allohu A’lam..

Didedikasikan dari sebuah kisah nyata kontemporer…!

Cukuplah ia ukhti,jangan tambah lagi daftar mantan-mantan pendapat hidayah..!!

3 Jumada Al-Awwal 1432 H

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: