Sahabat dikala sempit, tak kenal disaat lapang

Seperti sebuah sinetron
Bak layar sinema
Layaknya mega film
Tapi bukan akting skenario
Bukan pula sandiwara
Atau cerita novela
Tidak untuk dipentaskan
Tak pantas untuk ditonton
Apalagi dijadikan replika

Itulah desis ombak
Gelombang samudera kehidupan
Yang menerpa karang hati
Menyambangi setiap insan
Untuk membuka mata paling dalam
Menyaksikan cerita klasik
Yang menjerit untuk ditelaah

Itulah hari ini
Atau kemarin dulu
Mungkin esok hari
Disetiap sudut waktu
Menumpahkan bercak hitam
Cerita lama yang kelabu
Selalu seksi di atas nurani
Tersimpan rapi dalam memori
Tak kan lekang di abad baru

Itulah sahabat
Itulah sahabiah
Semanis tetes madu
Semerbak pesona bunga
Ketika diujung tanduk
Kala malam menyelimuti
Tatkala awan hitam menutupi
Saat lumpur menenggelamkan

Itulah sahabat
Itulah sahabiah
Yang bisu ketika bicara
Yang tuli ketika mendengar
Yang buta ketika melihat
Karena alunan cinta menyapa
Bulan purnama menyorot
Nyanyian riang menggema
Lantunan syahdu bait puisi
Uban Pamungkas | Juni 2010

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: