LDK-FKMI pada Titik Kulminasi

caleg1Lembaga D a’wah Kampus-Forum Kajian Mahasiswa Islam ( LDK FKMI ) STMIK Handayani Makassar adalah sebuah Lembaga Dakwah Kampus dibawah naungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang didirikan pada tanggal 22 Oktober 1999 di Makassar. Lembaga ini membawa visi: Lahirnya Pengembang Da’wah dan Pemimpin Ummat serta terwujudnya Kampus yang Islami.

Lembaga ini sesungguhnya mempunyai visi yang mulia dan telah mengukir kisah-kisah perjalanannya selama kurang lebih 10 tahun sampai hari ini di tahun 2009. Suksesi pengalihan tanggung jawab kepengurusan pun bergulir terus-menerus dari satu periode ke periode berikutnya. Proses regenerasi kader pun terus berlanjut.

Setelah melalui perjalanan yang panjang, suka duka telah tercatat rapi dalam memori manusia yang super canggih, sampai tibalah hari ini, hari yang sangat menyedihkan. Setelah 2 Periode: dari tahun 2007/2008-2008/2009 lembaga ini mengalami degradasi hingga ke dasar kurva. Aktifitas setelah pelantikan pengurus periode 2007/2008 hampir mati total, sekitar 80% pengurusnya mengundurkan diri dan yang tersisa pun entah kemana rimbanya, untunglah ketua umum ketika itu masih dapat dijumpai.

Beberapa alasan mandegnya kepengurusan pun mencuat satu persatu, hingga terakumulasi menjadi beban yang mengkerdilkan semangat para pengurus.

Nyaris bubar…!

Memasuki periode tahun 2008/2009 yang seharusnya telah diselenggarakan MUKTAMAR, pun tidak terlaksana, artinya: pengurus untuk periode 2008/2009 ini dianggap tidak ada, karena sekalipun pun ketua umum ketika itu menjabat sampai 2 periode, tentu saja tetap harus melalui mekanisme MUKTAMAR.

Kabar yang paling menyedihkan adalah ketika mendengar pihak BEM dengan Ketua III Bidang Kemahasiswaan akan membicarakan rencana pembekuan lembaga ini, alasannya jelas masuk akal dan sudah memenuhi persyaratan untuk pembekuan organisasi, bahkan sesungguhnya jauh-jauh hari LDK-FKMI ini sudah dapat dibekukan jika mengacu pada Petunjuk Teknis Pelaksanaan KEPMEN 155/U/1998 yang disesuaikan dengan Kondisi Organisasi Intra STMIK Handayani Makassar.

Akankah organisasi da’wah ini betul-betul dibekukan?, bukankah mayoritas mahasiswa di STMIK Handayani Makassar adalah muslim?, dimanakah mereka yang merasa bertanggung jawab terhadap identitas agamanya?.

Rupanya Tuhan tidak berkehendak demikian, LDK-FKMI sampai hari ini harus terus mengibarkan benderanya. Hari-hari menjelang pembekuan itu muncullah beberapa mahasiswa yang bertekad memperjuangkan kembali LDK-FKMI, maka diadakanlah rapat kecil-kecilan di Mushollah kampus. Agenda pembicaraan adalah rencana diselenggarakannya MUKTAMAR. Hadir ketika itu Syamsuddin A.Rachman (Ketua LDK-FKMI Periode 2007/2008), Muhlis (Pengurus HMTI dan KPU KEMA), Irwansyah (Mahasiswa asal Dompu-Bima), Laode M. Bahrun Jaya (Aktivis KAMMI), Asyiah Umar (Aktivis HMI). Keputusan rapat hari itu adalah dibentuknya kepanitiaan MUKTAMAR IX LDK-FKMI dengan menunjuk salah seorang sebagai ketua panitia. Ketua Panitia pun segera membangun komunikasi dengan Ketua BEM agar rencana pembekuan LDK-FKMI dianulir, karena LDK-FKMI akan mengorbit kembali diperiode ini.

Setelah panitia membentuk komposisinya, maka bekerjalah sampai pada hari yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu tanggal 20 Juni 2009, bertempat di Ruang 104 STMIK Handayani. Penyelenggaraan MUKTAMAR IX pun dilaksanakan dengan menghadirkan beberapa mantan Ketua Umum dan mantan pengurus yang selanjutnya disebut Dewan Syuro. Meskipun pada acara pembukaannya terasa sangat sepi, namun menjelang masuk ke acara inti mulailah tampak ramai. Sebuah ungkapan sedih dan bahagia diucapkan oleh salah seorang mantan ketua umum, ia bersedih melihat kondisi LDK-FKMI yang sejarahnya hampir saja berakhir, namun hari itu ia sangat berbahagia dengan ungkapannya bahwa ternyata masih ada mahasiswa yang memiliki perhatian terhadap satu-satunya lembaga da’wah dikampus ini, beliau pun mengatakan bahwa lembaga ini sesungguhnya akan dilanjutkan oleh pengurus dengan berangkat kembali dari titik nol.

Beberapa Keputusan lahir di acara itu, dan yang paling berkesan adalah terpilihnya Ketua Umum LDK-FKMI untuk Periode 2009/2010 secara aklamasi (penunjukan langsung oleh Dewan Syuro melalui musyawarah di Mushollah kampus lantai 2 dengan mempertimbangkan beberapa nama yang diusulkan). Orang yang diamanahkan untuk mengibarkan kembali bendera LDK-FKMI ketika itu adalah Ketua Panitia MUKTAMAR IX. Walaupun sempat mengutarakan beberapa kekurangannya yang kurang linear dengan lembaga tersebut, tetapi tak rela membendung serta mengecewakan harapan mayoritas mahasiswa Islam.

Penyelenggaraan MUKTAMAR IX tersebut dapat dikatakan sukses dengan upaya keras panitia, bantuan dari berbagai pihak, bahkan yang ikut berkontribusi ketika itu adalah sahabat ketua panitia yang non Muslim.

Perlu diketahui bahwa Ketua Umum terpilih bukanlah kader LDK, tidak pula berlatar belakang pendidikan basis Islam, murni dari pendidikan umum, tidak pula terlibat dalam sebuah organisasi islam atau komunitas sejenisnya, namun ini adalah langkah perjalanan yang berskenario Ilahiah. Kurang terduga sebelumnya, dan tak terencana secara mapan, akan mengaktualisasikan semangat aktivisme melalui rel identitas Islam.

Pada intinya, apapun yang terjadi pada MUKTAMAR hari ini adalah jasa dan kerja sama semua pihak.

Semoga LDK-FKMI dari zero point ini akan mendapat limpahan rahmat Allah Subehanahu wa Ta’ala, dzat yang tak henti-hentinya memberi nikmat, Amin..

Muhlis, Ketua Umum Terpilih

Makassar, 8 Rajab 1430 H./ 30 Juni 2009 M.

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: