Maafkan Aku Sahabat

Walau selarik bait
Sepatah kata
Seuntai kalimat
Kurangkai untuk sebuah suara hati

Kemarin..
Empat Januari dua ribu sepuluh
Kamu masih ceria
Menatap hari yang indah
Ditahun yang baru
Secercah harapan
Merekah di wajahmu
Senyum dibibirmu masih merona

Hari ini..
Harus berganti air mata
Untuk sebuah jawaban
Dari seorang sahabatmu
Yang tak mengerti perasaan seorang wanita
Dua ribu sepuluh
Halaman baru telah kau buka
Skenario cinta telah kau tulis rapi
Bertintah emas berjuta rasa
Laksana bidadari
Melihat dunia
Seperti sebuah taman surga

Sayang sekali..
Seorang sahabatmu
Tak mengerti naskah cinta
Menumpahkan tintah hitam
Merusak segalanya

Tetesan air mata
Kata maaf
Tak cukup mengganti ceriamu
Dihari kemarin yang berbunga
Jangan tutup lembaran barumu sahabat..
Jangan berhenti sampai disini
Halaman berikutnya menyisahkan cerita cinta penuh warna

Biarlah sunnatullah menghukum diriku
Karena aku pantas mendapat hukuman itu.!

(c)ubanpamungkas 2010

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: