Puisi Pinggiran

Pagi itu…
aku terdiam terpaku
menatap sesosok jiwa
dengan tetesan peluh dan derita
menangis melihat dunia
yang telah diciptakan penuh cinta kasih

lalu…
penghuninya terlena dan terbuai
hingga cinta kasih itu hilang

ia…
mengharap akan cinta kasih itu kembali
tiba-tiba kudengar suara
tik..tik..tik..
ternyata hujan mulai menetesi atap rumahku
aku baru tersadar kalau..
jiwa itu adalah jiwaku
jiwa anak manusia
insan lemah
yang hidup di pinggiran dunia
tepian bumi..

2007 (c)Muhlis

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: