DPRD SIAP MENJADI MEDIATOR ANTARA LPPI DAN UIN MAKASSAR

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPP) Perwakilan Indonesia Bagian Timur Ust. Muh. Said Abd. Samad, Lc. beserta rombongan dari beberapa unsur masyarakat melakukan kunjungan kepada Ketua DPRD Sulsel H. Moh. Roem, S.H. Msi. Dalam pertemuan tersebut Ust. Muh. Said Abdussamad, Lc. Selaku ketua rombongan mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya.

Setelah perkenalan dan berbincang-bincang ringan, Ustaz Said, demikian panggilan akrabnya menyampaikan beberapa poin di antanya:

a. Bahwa penganut paham Syiah di Sulsel umumnya, dan di Makassar khususnya mengalami pertumbuhan yang kian pesat yang dikhawatirkan akan rawan konflik di masa yang akan datang.

b. Ajaran Syiah banyak digandrungi oleh kaum intelektual muda yang notabenenya adalah para kaum intelek dari golongan terpelajar (mahasiswa/i) karena mereka menggunakan dalil-dalil logika –pendekatan filsafat, selain itu ibadahnya lebih ringan hanya salat tiga kali, serta adanya nikah mut’ah (kawin kontrak).

c. Bahwa nikah mut’ah telah banyak dilakukan oleh pengikut Syiah terutama dari golongan mahasiswa/i.

d. Jika hal ini dibiarkan berlarut dan tidak ada antisipasi dari kaum muslimin maka akan mendatangkan masalah besar untuk generasi yang akan datang, sebagaimana yang telah dan terus berlangsung pada negara-negara luar. Konfrntasi fisik Sunni versus Syiah.

e. Juga terkait program Doktoral Jalaluddin Rakhmat (JR) di UIN Alauddin Makassar, pihak LPPI mempersoalkan karena saudara JR selaku ketua IJABI dinilai telah banyak melecehkan kaum muslim yang berpaham Ahlussunnah lewat beberapa tulisan-tulisannya yang menjelek-jelekkan Sahabat Nabi termasuk Abu Bakar da Umar ra (khalifah pertama dan kedua). Pihak LPPI meminta kepada pihak UIN Alauddin agar mempertimbangakan kembali program Doktor JR, untuk itulah dalam hal ini pihak DPRD diminta untuk memberi perhatian pada upaya pertemuan dan dialog antara pihak LPPI dan UIN Alauddin, agar masalah ini tidak berlarut-larut.

f. Disampaikan juga dalam pertemuan itu bahwa pihak LPPI telah membuat laporan ke polisi terkait beberapa tulisan JR yang telah melakukan penistaan dan penodaan agama (Islam), lewat karya-karya tulisnya.

Itulah di antara beberapa poin yang telah disampaikan oleh Ketua LPPI Indonesia Bagian Timur yang berpusat di Makassar kepada Ketua DPRD Sulsel yang berlangsung selama satu jam (14.00 – 15.00) di Gedung DPRD Sulsel dalam ruangan Ketua DPRD lantai dua.

Untuk itu Ketua DPRD Sulsel setuju masalah ini diselesaikan lewat jalur hukum demi menghindari tindakan anarkis seperti yang terjadi baru-baru ini di Sampang Madura. Dan beliau juga akan memberi perhatian agar pertemuan antara LPPI dan UIN Alauddin dapat terlaksana.

“Kami Insya Allah akan menghubungi Kakanwil Kemenag Agama agar ikut membantu pertemuan ini, karena masalah ini adalah masalah keagamaan yang berada dalam wilayah tugas beliau.” Ungkap Ketua DPR yang akrab dipanggil Kak Roem.

Disadur dari lppimakassar.blogspot.com pada 1 Rabiul Akhir 1433 H.

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: