SUSI, Penyebab Lambatnya Fatwa Tentang Syiah

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) lambat dalam mengeluarkan fatwa tentang Syiah?. Apakah mereka tidak mau mengeluarkan fatwa, takut pada pemerintah Iran, adanya oknum yang pro Syiah di tubuh MUI atau karena faktor lain?.

Ternyata, faktor penyebab lambatnya fatwa Syiah bukan karena semua itu. Tetapi karena adanya SUSI. Waaahhhh…apakah SUSI yang dimaksud adalah Jenderal SUSI yang disebut Habib Rizieq saat orasi di Bunderan HI, 9 Maret lalu?. Ternyata juga bukan.

“SUSI itu adalah Sunni-Syi’i” kata Ketua MUI Pusat KH Ma’ruf Amin, Selasa (27/3/2012) di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi 51, Menteng, Jakarta Pusat.

SUSI inilah yang disebut Kiyai Ma’ruf sebagai hal yang sangat merepotkan. “Kajian Syiah ini agak ruwet sedikit”, katanya.

Karena itu Kiyai Ma’ruf meminta maaf kepada umat Islam kalau fatwa tentang Syiah hingga sekarang belum juga keluar. “Minta maaf kalau MUI agak lambat. Di MUI ada kesulitan menghadapi kelompok SUSI”, tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kiyai Ma’ruf juga menyampaikan bahwa fungsi MUI sebagai lembaga penjaga dan mengurusi ummat (himmayah wa riayatil ummah) akan senantiasa menjaga akidah umat Islam dari bahaya aliran sesat, seperti Ahmadiyah.

Sementara terkait fungsi MUI sebagai wadah pemersatu umat (tauhidil ummah), MUI akan mentolerasi perbedaan yang memang bersifat berbeda (al Mukhtalafu fiihi).”Perbedaan ditolerasi, penyimpangan diamputasi”, katanya.

Meski demikian MUI juga menyadari bahwa upaya penyatuan umat juga tidak mudah. “Tauhidul ummah itu susah sekali, ini satu pekerjaan supaya ada kesatuan gerakan (tauhidul harakah)”, pungkasnya.

Dilansir dari suara-islam.com pada 5 Jumada Al Awwal 1433 H.

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

8 Responses to SUSI, Penyebab Lambatnya Fatwa Tentang Syiah

  1. Mengapa harus ada Fatwa. Bukannya sejak awal kemunculan Islam kelompok ini telah mewarnai kehidupan beragama umat Islam. Jika pun ada pertentangan dan konflik, hal itu tidak lebih dari permasalahan politik dan buka teologis.
    Bila dikeluarkan fatwa, maka permasalahan Syiah di Indonesia yang selama ini hidup berdampingan dengan kelompok Sunni, justru akan memunculkan permasalahan dan bahkan membuat kondisi menjadi semakin ruwet. Biarkan mereka meyakini apa yang mereka pahami dan kerjakan, dan serahkan kepada Allah semata tentang keyakinan mereka. Jangan-jangan, kita sendiri yang belum mampu menunaikan ibadah secara baik.
    Belajarlah kepada padi, semakin berisi, maka ia semakin merunduk. Merunduk adalah bagian dari berbesar hati untuk tidak mengklaim keyakinan sendiri sebagai satu-satunya kebenaran, apalagi dikeluarkan ke hadapan publik. Sebaliknya, keyakinan ada di dalam hati dan menjadi tugas kita semua sebagai umat Islam untuk meneguhkannya secara personal.
    Begitu mungkin pendapat saya yang lemah ini.
    Faqir ila Allah,
    MH

    • Tolong sebutkan perbedaan sunni-syiah yang Anda sebut bukan persoalan teologis..?
      Allohu ‘Alam..

      • Syiah itu beragam, buka satu. Seperti juga Sunni. Justru saya yang bertanya balik, apa yang menjadi perbedaan teologis antara Sunni dan Syiah? Menurut saya, keduanya memiliki pemahaman yang sama terkait Islam. Keduanya mengakui Allah sebagai Tuhan, Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir, mengakui Alquran sebagai kitab suci, menunaikan sholat, zakat, dan haji.
        Perbedaan dalam furu’ tentu ada, di dalam Sunni pun demikian. Sebagai informasi, mengapa Sunni men-jahr-kan Fatihah dalam sholat berjamaah adalah karena Syiah telah melakukan Sunnah Rasul yang men-sirr-kan fatihah. Imam al-Thabari diperintahkan oleh Khalifah untuk mengubah praktik Islam Sunni, dengan men-jahr-kan fatihah agar berbeda dari Syiah. (Anda bisa membaca di Adonis khusus untuk perkara ini). Sebagai tambahan, al-Syahrastani tentang Al-Milal wa al-Nihal dan buku-buku Ilmu Kalam lainnya dapat memperkaya wawasan dalam masalah umat Islam tersebut. Hanya Tuhan yang Maha Tahu.

      • Allohu ‘Alam, ana jg msh bljar..Silahkan tanya pada ahlinya, para ‘Ulama yg faqih dlm soal ushul..
        tp bukankah anda yang mnyebutkan bhw :Jika pun ada pertentangan dan konflik, hal itu tidak lebih dari permasalahan politik dan bukan teologis., itu artinya Anda mengetahui persoalan tsb…!
        mohon dipahami…

        ya..Lalu syiah apkh yg sdg brkembg di Indonesia?
        dan bgmn lafal pengakuan Syiah ttg syahadat sbgmn dsebutkan sama sperti ahlusunnah..?

        Trm ksh ats dskusi ini, smg ini dpt bermanfaat dan mnghadirkan diskusi yg teduh sbgmn hiwarun hadi…….

      • Beberapa kelompok Syiah, terutama yg mayoritas, memiliki Syahadat yang sama dengan Sunni. Walaupun ada beberapa kelompok yang sangat ekstrem (mungkin sekarang ada, tetapi dapat dihitung jari jumlahnya). Ekstrem sampai pada pengagungan Ali bin Abi Thalib sebagai orang suci, bahkan Nabi. Kita tidak menutup kemungkinan tentang itu, tetapi ini terjadi berabad-abad yg lalu.
        Saat ini, apalagi di Indonesia, saya cukup meyakini bahwa perbedaan hanya terletak pada furu’ dan bukan pada teologis (yang sampai mengeluarkan mereka dari ajaran Islam). terima kasih juga atas diskusinya dan menambah khazanah ilmu keislaman saya.

      • Trm Ksh…
        Sblumx tlong pahamkn kami ttg Ushul dan Furu’..!!

        Klp. mayoritas yg mn yg Anda sebut syahadatnya sama dg qt?, tolong jlaskn lafaz dn smbrx..?
        itu utk syahadat, bgmn dg shalat mrk..? Dan tlong smpaikan yg Anda ketahui ttg pengamalan2 mrk dri Iran sbg pusatnya…!!
        Lalu jika ada mayoritas brarti ada minoritas, apkh minoritas yg ekstrem yg Anda sebut sdh berbeda dg qt dlm hal ushul?

        Apakh anda bsa m’berikan bukti kpd kmi bhw syiah khususnya di indonesia hax berbeda dg qt dlm prsoalan furu’..? Tlong smpaikan scr jlas ttg amalan2 tsb..!
        dan mohon pertimbangkn ttg aqidah taqiyah mreka, jgn smpai menampakkan sama sprti qt hax krn mreka blm memasyrkat…!!

  2. ahmad hanif al-farrasy says:

    wah.. diskusi sunni dan syiah, sangat menarik. Cuma sedikit masukan, mungkin kita tidak perlu muluk-muluk mebahas secara teori tentang perbedaan kedua golongan tersebut. Dan sebagai org yg faham tentang islam, mungkin sebaiknya tidak memaksakan teori-teori yang “sedikit” mirip antara sunni dan syiah lalu kemudian kita mengatakan keduanya sama. Ana termaksud orang yg masih hijau dalam belajar ilmu islam, tapi dengan sedikitnya ilmu yang ana miliki, ana tdk mau memaksakan hal-hal yg menjadi perbedaan mencolok untuk kemudian dijadikan persamaan.. Alloho wa Rosulu ‘alam..

    • Insya Allah, Kami akn sgt berhati2 membicarakn agama ini tnpa didasari dalil yg jelas..Berbeda dg masa dulu ktika kami blm paham, dmn sgt mudah kami m’buat statment…

      Diskusi qt akan buka sedamai dan seelok mgkin utk menyampaikn scr baik ‘ilmu yg telh smpai kpd qt..!!

      Allohulmusta’an…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: