Rohman Syah; si nabi palsu yang haji ke borobudur dan mengaku bertemu malaikat Jibril

Beberapa elemen ormas Islam yang terdiri dari Pagar Aqidah (Gardah), Laskar Sabilillah(LS), Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) dan Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (Gapas) kembali melaporkan pimpinan aliran Qur’aniyah, Rohman Syah (56) ke Polres Cimahi, Jum’at sore (o4/05/2012).

Melalui koordinator lapangannya Suryana Nurfatwa di kantor Polres Cimahi, elemen Islam melaporkan Rohman Syah, warga Desa Nyenang Kec.Cipeundeuy Kab.Bandung Barat yang diduga telah menyebarkan ajaran sesatnya yakni melarang shalat wajib 5 waktu, meyakini Candi Borobudur adalah Baitullah (Ka’bah), melakukan shalat Tahajud dengan menghadap ke Timur (Candi Borobudur) dan melaksanakan ibadah haji ke Candi Borobudur.

Sebelum ini, Rohma Syah sendiri mengaku berpangkat Nabi dengan alasan sudah dua kali bermimpi bertemu dengan Malaikat Jibril yang mengangkatnya menjadi Rasul. Bahkan hingga kini dirinya mengaku terus berguru dengan Malaikat Jibril yang senantiasa menurunkan wahyu kepadanya.

Suryana juga menjelaskan kronologi ajaran Rohman Syah sudah disebarkan kepada keluarga dan warga desanya sejak 1992. Rupanya, hal ini menimbulkan keresahan masyarakat setempat yang mayoritas beragama Islam.

Atas ulahnya tersebut 2004 MUI, KUA, Muspika Kec.Cipeundeuy Kab.Bandung Barat menemui Rohman Syah. Dalam pertemuan tersebut mereka sekaligus mengkaji paham dan ajaran Rohman Syah.

Kesimpulannya ajaran tersebut sesat dan menyesatkan dan mengajak Rohman Syah untuk bertaubat dengan kembali pada Al Quran dan Hadits sesuai pemahaman Ahlu Sunnah Waljama’ah.

Diakhir pertemuan Rohman Syah membuat sekaligus menandatangani surat perjanjian/pernyataan yang berisi bahwa dirinya akan berhenti menyebarkan ajarannya dengan tidak membuat selebaran kepada orang lain.Persoalan dianggap selesai dengan tidak ada sanksi hukum bagi Rohman Syah.

Namun nyatanya Rohman Syah terus melakukan penyebaran ajarannya secara sembunyi-sembunyi. Ajaran tersebut sebarkan melalui pesan pendek (Short Message Service/SMS) ke beberapa orang salah satunya adalah Ruhyana, seorang kru RRI Bandung yang mengaku menerima ratusan SMS dari Rohman Syah yang berisi ajakan untuk ikut ajarannya.

“Dalam sehari saya dapat 10 hingga 15 SMS dari dia,mungkin kalau dihitung sudah ada 200 SMS yang masuk ke saya baik saat memandu siaran atau di luar jam kerja,” aku Ruhyana.

Karena dianggap telah menganggu dan berpotensi meresahkan masyarakat, Rukyana melaporkan kejadian tersebut kepada ormas Islam tersebut. Menerima laporan tersebut pihak Gardah yang dipimpin Suryana Nurfatwa langsung melakukan tabayyun (klarifikasi dan investivasi) kepada Rohman Syah.Hasilnya sungguh mengejutkan, karena Rohman Syah bukan hanya mengakui namun juga menafsirkan dan menjelaskan ayat-ayat Qur’an versi dirinya sendiri.

Dalam laporannya elemen ormas-ormas Islam tersebut juga melampirkan hasil surat keputusan bersama (MUI,KAU,Muspika Kec.Cipeunndeuy tahun 2004),surat pernyataan Rohman Syah,beberap kartu telepon seluler yang berisi sms dari Rohman Syah serta sebuah VCD yang berisi rekaman pengakuannya saat dilakukan investigasi.Suryana berharap semua lampiran tersebut bisa menjadi barang bukti polisi untuk segera menangkap yang bersangkutan.

Suryana juga mengaku sudah menyiapkan saksi ahli atas penyimpangan dan penodaan ajaran Islam yang dilakukan Rohman Syah,yakni KH.Amin Jamaluddin (LPPI/MUI Pusat) dan Prof.Dr.KH.Salim Badjri dari Cirebon.

“Kita sudah bertemu dan berdialog dengan beliau dan insya Allah beliau siap dihadirkan sebagai saksi ahli jika diperlukan,”ujar Suryana.

Kepada Kapolres melalui Kasat Intel Polres Cimahi AKP Romdani,SH yang menerima elemen ormas Islam tersebut memberi waktu 14 hari (dua minggu) untuk segera memproses laporannya. Selama waktu tersebut elemen ormas Islam akan mempercayakan proses hukum kepada Polres Cimahi serta berusaha menahan diri untuk tidak berbuat apapun (main hakim) kepada Rohman Syah.

Usai mendapat laporan tersebut Kapolres Cimahi melalui Kasat Intelnya akan segera mempelajari laporan tersebut dan berkoordinasi dengan jajarannya untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut. Pihaknya meminta kepada umat Islam melalui elemen ormas Islam untuk tidak berbuat anarkis yang bisa melanggar hukum.

“Kita akan segera laporkan ke atasan,kita pelajari mudah-mudahan waktu yang di berikan kepada kita cukup,”ujar AKP Romdani,SH kepada hidayatullah.com usai menerima laporan tersebut.

Masih di tempat yang sama Suryana dan elemen ormas Islam yang tergabung dalam Forum Islam mengaku selain melaporkan ke Polres Cimahi,pihaknya juga akan melaporkan Rohman Syah ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dalam waktu dekat ini.

Alasannya Rohman Syah hingga kini belum mendapat status hukum yang jelas atas perbuatannya. Padahal,sambung Suryana,perbuatan tersebut bisa dikategorikan penodaan agama dan kasusnya sudah lama.

“Masa kalau penodaan atau pelecehan orang saja bisa segera ditangani dan dihukum,lha ini pelecehan terhadap ajaran Islam yang agung dan mulia kok orangnya masih bebas dan terus menyebarkan ajaran sesatnya,”ujarnya.

Untuk itu pihaknya akan berusaha sabar namun terus akan memantau perkembangan laporannya dan mengawal kasus tersebut hingga tuntas.Sehingga kasus-kasus penyimbangan ajaran Islam tidak tumbuh dan berkembang serta bisa membuat efek jera bagi pelaku maupun calon pelaku.

Tak Takut

Sementara itu, Rohman Syah, saat dikonfirmasi hidayatullah.com mengaku tidak masalah dan siap dipanggil untuk berdialog jika dipangil aparat.

Justru dirinya mempertanyakan alasan dirinya dilaporkan ke aparat penegakhukum.Karena menurutnya dirinya tidak melanggar al-Qur’an,Hadits,Pancasila dan UUD 1945.

Sementara itu ditempat terpisah Rohman Syah yang di hubungi hidayatullah.com, Sabtu (06/05/2012) melalui telepon selelulernya mengakui jika dirinya mengakui tidak mewajibkan shalat 5 waktu.Namun dirinya membantah jika itu disebarkan untuk orang lain.

“Itu hanya berlaku untuk diri saya saja,karena saya sudah ketemu Malaikat Jibril lewat mimpi,”ujarnya.

Dirinyapun membenarkan jika 2005 pernah melakukan ritual ibadah haji bersama keluarganya dengan pergi ke Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah.Namun Rohman enggan menjelaskan dasar hukum atau dalilnya.

Saat ditanya apakah dirinya masih mengerjakan shalat Jum’at atau shalat sunat Id?. Dengan tegas ia menjawab bahwa sudah tidak mengerjakan lagi dengan alasan Malaikat Jibril telah memerintah kepada dirinya untuk meninggalkan ibadah tersebut.

Namun Rohman mengaku masih mengerjakan puasa jika bulan Ramadhan tiba selama sebulan penuh.Karena ibadah tersebut menurut pengakuannya tidak atau belum dilarang oleh Jibril yang selalu membimbingnya dan menurunkan wahyu hingga kini.

Lelaki yang mengaku punya usaha budi daya ikan jaring apung di kawasan obyek wisata Waduh Cirata Kabupaten Bandung tersebut,bahwa paham atau ajaran tersebut hanya untuk dirinya dan keluarganya dan belum menyebarkan kepada orang lain.

Iapun menampik jika sms yang sering dikirim ke beberapa orang yang selama ini masih ia lakukan bukanlah bentuk ajakan namun hanya sebagai tausyiah.Hal tersebut ia lakukan sebagai bentuk tanggung jawab untuk berbuat kebaikan dan mengingatkan orang lain yang lalai.

Saat diminta tanggapannya bahwa dirinya telah dilaporkan ke Polres Cimahi oleh elemen ormas Islam atas tuduhan telah menyebarkan ajaran sesat,Rohman mengaku tidak masalah dan siap dipanggil untuk berdialog jika dipangil aparat.

Justru dirinya mempertanyakan alasan dirinya dilaporkan ke aparat penegak hukum.Karena menurutnya dirinya tidak melanggar al-Qur’an,Hadits,Pancasila dan UUD 1945. Maka menurutnya itu adalah langkah yang keliru dan salah alamat.

“Dasar saya adalah Al-Qur’an,Pancasila dan UUD 1945,bukankan UUD 1945 menjamin kebebasan warganya untuk mengeluarkan pendapat,berserikat dan berkumpul?.Jadi di mana salah saya?,”Rohman balik bertanya.

Rohman menolak jika kegiatannya tersebut didanai dan dikendalikan oleh orang lain atau aliran kepercayaan yang lebih besar.Saat hidayatullah.com meminta menjelaskan tentang dalil-dalilnya,Rohman justru mengundang untuk datang langsung ke rumahnya untuk berdialog.

“Datang aja ke sini kita diskusi banyak,akan saya jelaskan semuanya,di tunggu ya,” undang Rohman mengakhiri pembicaraan.

Kasus LIA

Sebelum ini, seorang ibu rumah tangga bernama Lia Aminuddin atau kerap dipanggil Lia Eden pernah menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril, dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk meramalkan kiamat. Dia juga telah mengarang lagu, drama dan juga buku sebanyak 232 halaman berjudul, “Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir” yang ditulis dalam waktu 29 jam.

Lia bahkan juga menyebut dirinya Mesias yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Tak hanya itu, Lia menganggap reinkarnasi Bunda Maria, ibu dari Yesus Kristus. Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah reinkarnasi Isa.

Pemahaman yang dibawa oleh Lia ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut.

Desember 1997, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulannya yang bernama Salamullah karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan kebenaran mengenai ajaran Islam. Akibat perbuatannya ini, pengadilan memenjarakannya selama dua tahun enam bulan.

Disadur dari hidayatullah.com pada 13 Jumada AtTsaniyah 1433 H.

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: