Benarkah Poligami Terbatas Empat Saja?

Oleh: Ust.Muhammad Muafa, M.Pd
Pengasuh Pondok Pesantren IRTAQI,Malang-Jawa Timur

Riwayat Shahabat yang beristri lebih dari 4 (empat) lalu Nabi memerintahkan untuk memilih 4 saja dan menceraikan sisanya adalah riwayat-riwayat yang bisa dijadikan hujjah sehingga memberi batasan jumlah istri maksimal empat. Hadis-hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya, Abu Dawud dalam Sunannya, Ibnu Majah dalam Sunannya, Ibnu Hibban dalam Shahihnya, Baihaqi dalam Ma’rifatu As-Sunan Wa Al-Atsar dll.

Riwayat Ahmad berbunyi;

مسند أحمد (9/ 439)
عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ
أَنَّ غَيْلَانَ بْنَ سَلَمَةَ الثَّقَفِيَّ أَسْلَمَ وَتَحْتَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا
فَلَمَّا كَانَ فِي عَهْدِ عُمَرَ طَلَّقَ نِسَاءَهُ وَقَسَمَ مَالَهُ بَيْنَ بَنِيهِ فَبَلَغَ ذَلِكَ عُمَرَ فَقَالَ إِنِّي لَأَظُنُّ الشَّيْطَانَ فِيمَا يَسْتَرِقُ مِنْ السَّمْعِ سَمِعَ بِمَوْتِكَ فَقَذَفَهُ فِي نَفْسِكَ وَلَعَلَّكَ أَنْ لَا تَمْكُثَ إِلَّا قَلِيلًا وَايْمُ اللَّهِ لَتُرَاجِعَنَّ نِسَاءَكَ وَلَتَرْجِعَنَّ فِي مَالِكَ أَوْ لَأُوَرِّثُهُنَّ مِنْكَ وَلَآمُرَنَّ بِقَبْرِكَ فَيُرْجَمُ كَمَا رُجِمَ قَبْرُ أَبِي رِغَالٍ

“Dari Salim dari ayahnya, bahwa Ghailan bin Salamah Ats Tsaqafi masuk Islam sementara ia memiliki sepuluh isteri, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepadanya: “Pilihlah empat dari mereka.” Kemudian pada masa pemerintahan Umar, ia menceraikan para isterinya dan membagikan hartanya di antara anak-anaknya. Ketika hal itu sampai ke telinga Umar, maka ia pun berkata, “Sungguh, aku punya prediksi bahwa setan yang biasa mencuri pendengaran, ia telah mendengar berita kematianmu sehingga ia melemparkannya ke dalam jiwamu. Dan kamu tidak tidak akan lama lagi untuk tinggal (hidup di dunia). Demi Allah, engkau segera merujuk mereka dan mengambil hartamu, atau aku akan wariskan kepada mereka semua dari hartamu, dan aku akan perintahkan untuk melempari kuburanmu sebagaimana kubur Abu Righal dilempari batu.” (H.R. Ahmad)

Riwayat ini dikomentari Syu’aib Arnauth; Shahih, Rijaluhu Tsiqot Rijalu As-Syaikhon (Shahih, perawinya-perawinya kredibel, termasuk perawi-perawi Bukhari-Muslim)

Riwayat Abu Dawud berbunyi;

سنن أبى داود – م (2/ 239)
عَنِ الْحَارِثِ بْنِ قَيْسٍ – قَالَ مُسَدَّدٌ ابْنِ عُمَيْرَةَ. وَقَالَ وَهْبٌ الأَسَدِىِّ – قَالَ أَسْلَمْتُ وَعِنْدِى ثَمَانُ نِسْوَةٍ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « اخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا »

“Dari Al Harits bin Qais, ia berkata; Musaddad bin ‘Umairah, dan telah berkata Wahb Al Asadi; aku masuk Islam sementara aku punya istri berjumlah delapan, kemudian aku menceritakannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pilihlah empat orang diantara mereka.” (H.R Abu Dawud)

Riwayat ini dikomentari Al-Albani; Shahih.

Riwayat Ibnu Majah berbunyi;

سنن ابن ماجه – مكنز (6/ 168، بترقيم الشاملة آليا)
عَنْ قَيْسِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ أَسْلَمْتُ وَعِنْدِى ثَمَانِ نِسْوَةٍ فَأَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقُلْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ « اخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا ».

“Dari Qais bin Al Harits ia berkata, “Aku masuk Islam sementara aku mempunyai delapan isteri. Lalu aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menuturkan masalah itu. Maka beliau bersabda: “Pilihlah empat di antara mereka.” (H.R.Ibnu Majah)

Riwayat ini dikomentari Al-Albani; Hasan Shahih

Riwayat Baihaqi berbunyi;

معرفة السنن والآثار للبيهقي
عن نوفل بن معاوية الديلي قال : أسلمت وعندي خمس نسوة فقال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : « أمسك أربعا أيتهن شئت وفارق الأخرى » ، فعمدت إلى أقدمهن صحبة عجوز عاقر معي منذ ستين سنة فطلقتها

“Dari Naufal bin Mu’awiyah Ad-Daily beliau berkata; Aku masuk Islam sementara aku punya 5 orang istri. Maka Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda kepadaku; tahanlah empat orang diantara mereka yang kau kehendaki dan ceraikanlah sisanya. Maka aku memilih yang paling lama menemaniku dalam pernikahan, yakni yang tua renta nan mandul yang telah bersamaku selama 60 tahun. Maka aku menceraikannya” (H.R. Baihaqi)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjadikan riwayat ini sebagi penguat riwayat-riwayat sebelumnya.

Jadi, Riwayat Shahabat yang beristri lebih dari 4 (empat) lalu Nabi memerintahkan untuk memilih 4 saja dan menceraikan sisanya adalah riwayat-riwayat yang bisa dijadikan Hujjah dalam pembahsan hukum syara’ sehingga memberi batasan jumlah istri maksimal empat yang menjelaskan ayat kebolehan poligami, yakni ayat yang berbunyi;

{فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ} [النساء: 3]

Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat (H.R.An-Nisa’)

Wallahua’lam.

Dikutip dari suara-islam.com pada 22 Sya’ban 1433 H.

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: