Fatwa Syaikh Abdullah bin Jibrin Tentang Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthub

FATWA SYAIKH ABDULLAH BIN JIBRIN (ANGGOTA HA’IAH KIBARIL ‘ULAMA AL-MAMLAKAH AL-’ARABIYYAH AS-SU’UDIYYAH) TENTANG HASAN AL-BANNA DAN SAYID QUTHUB

Akhir-akhir ini kita sering mendengar, diantara saudara sesama muslim menyebarkan isu tentang tuduhan adanya penyimpangan dua orang ulama Mesir; As-Syahid Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthub, keduanya dianggap sebagai pawang ahli bid’ah dan pembawa ajaran sesat, bahkan ada yang berarti menyatakan: “Sungguh, membaca buku porno lebih baik daripada membaca buku-buku tulisan tokoh sesat dan menyesatkan dari golongan Ikhwanul Muslim seperti Hasan Albanna, Muhammad Al-Ghazali, Yusuf Qharadawi, atau orang-orang yang sejenis”. (Astaghfirullah al-azhim) sumber dari salah satu email (pembela_sunnah@yahoo.co.id).

Padahal dirinya -seperti yang ditulis dalam situs tersebut- menyatakan diri sebagai pembela sunnah tapi mengapa sampai keluar pernyataan seperti itu… semoga kita terlindung dari kata-kata, pernyataan dan ungkapan yang tidak sebenarnya… karena jika benar demikian, maka rugilah kita, banyaknya amal kebaikan yang kita lakukan akan sirna begitu saja oleh karena ungkapan yang tidak sebenarnya, bahkan kelak Allah akan diambil kebaikan orang yang mengungkapkan sesuatu yang tidak sebenarnya untuk diberikan kepada orang yang dituduhkannya… Naudzubillah min dzalik…

Berikut kami sajikan ungkapan salah seorang ulama anggota lembaga ulama Saudi tentang sikap beliau terhadap Imam As-Syahid Hasan Al-Banna dan As-Syahid Sayyid Qutb…
Segala puji bagi Allah semata.

Menggelari orang lain sebagai mubtadi’ (pelaku bid’ah) atau fasik (pelaku dosa besar) adalah perbuatan yang tidak dibenarkan atas umat Islam, karena Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya: “Wahai musuh Allah”, sedang kenyataannya tidak seperti itu, maka ucapannya itu menimpa dirinya sendiri.” (Muslim).

“Barangsiapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka ucapan itu tepat adanya pada salah satu di antara keduanya.” ( Al-Bukhari dan Muslim).

“Bahwa ada seseorang yang melihat orang lain melakukan dosa, lalu ia berkata kepadanya: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu’. Maka Allah berfirman: ‘Siapakah gerangan yang bersumpah atas (Nama)Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan Aku gugurkan (pahala) amalmu’.” (HR. Muslim).

Kemudian saya ingin mengatakan bahwa Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna termasuk para ulama dan tokoh dakwah Islam. Melalui dakwah mereka berdua, Allah telah memberi hidayah kepada ribuan manusia.

Partisipasi dan andil dakwah mereka berdua tak mungkin diingkari. Itulah sebabnya, Syaikh Abdulaziz bin Baaz mengajukan permohonan dengan nada yang lemah lembut kepada Presiden Mesir saat itu, Jamal Abdunnaser“ semoga Allah membalasnya dengan ganjaran yang setimpal – untuk menarik kembali keputusannya menjatuhkan hukuman mati atas Sayid Quthub, meskipun pada akhirnya permohonan Syaikh Bin Baaz tersebut ditolak.

Setelah mereka berdua (Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna) dibunuh, nama keduanya selalu disandangi sebutan “Asy-Syahid” karena mereka dibunuh dalam keadaan terzalimi dan teraniaya. Penyandangan sebutan “Asy-Syahid” tersebut diakui oleh seluruh lapisan masyarakat dan tersebarluaskan lewat media massa dan buku-buku tanpa adanya protes atau penolakan.

Buku-buku mereka berdua diterima oleh para ulama, dan Allah memberikan manfaat – dengan dakwah mereka – kepada hamba-hambaNya, serta tak ada seorang pun yang telah melemparkan tuduhan kepada mereka berdua selama lebih dari duapuluh tahun. Bila ada kesalahan yang mereka lakukan, maka hal yang sama telah dilakukan oleh Imam Nawawi, Imam Suyuthi, Imam Ibnul Jauzi, Imam Ibnu ‘Athiyah, Imam Al-Khaththabi, Imam Al-Qasthalani, dan yang lainnya.

Saya telah membaca apa yang ditulis oleh Syaikh Rabie’ bin Hadi Al-Madkhali (ulama muda Saudi yang anti IKHWAN-pen) tentang kitab bantahannya terhadap Sayid Quthub, tapi saya melihat tulisannya itu sebagai contoh pemberian judul yang sama sekali jauh dari kenyataan yang benar. Karena itulah, tulisannya tersebut dibantah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid (juga anggota hai’ah Kibaril ‘Ulama KSA-pen) hafidzhahullah

Mata cinta # terasa letih memandang aib
Tapi mata benci # selalu melihat aib

Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin
26 Shafar 1417 H.

Dikutip dari al-ikhwan.net pada 28 Romadhon 1433 H./ 18 Agustus 2012 Miladiyah.

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

6 Responses to Fatwa Syaikh Abdullah bin Jibrin Tentang Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthub

  1. pembela sunnah says:

    Buat pemilik blog. Sudahkah anda baca kitab Mendiamkan Anjing Menggonggong si Yusuf Qardhawi karya ulama besar Yaman, Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah? Semoga Allah membuka mata anda dan jelas bagi anda kesesatan yang amat sangat dari dai pengekor hawa nafsu itu. Amin.
    Oh ya, sudah dengar penghinaan terhadap Allah oleh Qardhawi: “Jika Allah menampakkan diri dan menjadi peserta pemilu, maka Dia tidak akan bisa meraih suara sebanyak itu (99%)” (Dinyatakan setelah si Anjing ini memuji hasil pemilu Israel (baca Yahudi) di mana pemenangnya meraih 99% suara). Semoga Allah menggunting bibir dan lidahnya.

    • Sblmx saya mengucapkan terima kasih atas komentar Anda.
      Saya belum membaca kitab yg Anda maksud, jika memiliki terjemahan bisa dkrimkn kpd saya agar lebih jelas, krn saya belum dpt membca dg baik kitab klasik.
      Saya jg blm mndengar ucapan tsb.
      Saya sarankan Anda menggugat langsung ke situs asli tempat saya melansir. Sebaiknya membantah isi/ materi dalam situs tsb sblm mnyerang pribadi org, itu jauh lbih ilmiah.
      Saya mungkin keliru dg main lansir, tpi saya blm pernah mengluarkn pernyataan cacian sbgmn prnyataan Anda.
      Saya selalu terbuka atas berbgai diskusi yang teduh, dan saya berterima kasih atas kepedulian Anda.
      Saya akan menanti polemik yg Anda nyatakan dalam komentar ini kepada pihak yg telah memposting dalam situs yg asli..
      Terima Kasih

      • pembela sunnah says:

        Wah, anda hidup di planet mana? Kala itu, ucapan Qardhawi itu sudah tersebar di Mesir melalui media masa, nyong! Dia mengucapnya ketika shalat Jumat. Betapa banyaknya saksi atas kedurhakaan si Anjing ini.

        Ohh… anda menyarankan untuk membantah materi di dalam situs (padahal media massa cetak yang pertama kali menyebarkan ucapan kotor si Qardhawi itu, red.) sebelum menyerang pribadi orang. Agar lebih ilmiah, katamu, hah..?!

        Lalu, sudah ilmiahkah Qardhawi!? Silakan anda suruh saja Qardhawi si Anjing menggonggong itu membantah isi kalamullah (Al-Quran) sebelum menyerang kemuliaan dzat pemilik kalam, yakni Allah Yang Maha Kokoh dan Perkasa.

        Alhamdulillah, Islam terselamatkan dengan “hampir” musnahnya IM di mesir. Kasihan.. Pengadilan memvonis mati para dedengkot IM, sementara yang kroco-kroco diburu bagaikan hewan. Allahu Akbar.

      • Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas komentar anda.

        Alhamdulillah sesuai pelajaran yang saya dapatkan waktu belajar IPS dibangku SD, saya hidup di planet yang bernama BUMI.

        Selanjutnya saya memohon maaf jika saya menilai postingan anda diatas kurang sesuai dengan yang saya harapkan dalam postingan saya sebelumnya.

        Saya menyebut bahwa saya belum pernah membaca/ mendengar dari apa yang anda maksudkan pada komentar pertama, semestinya anda memenuhi harapan saya dengan misalnya mengirimkan buku atau link ebook atau video atau linknya. Kemudian saya juga berharap anda bisa membantah di situs yang saya lansir, semestinya anda juga menunjukkan kepada saya bantahannya. Malah anda menambah lagi daftar tugas dengan menyebut media massa, itu artinya saya mesti diperlihatkan lagi bukti itu.

        Terakhir, saya tidak tahu anda belajar darimana mengomentari pernyataan orang dengan gaya bahasa seperti diatas. Selama ini jika saya berpolemik dengan orang yang menggunakan bahasa seperti diatas adalah orang emosional, tapi saya berharap anda yang dikecualikan dari pengalaman saya.

        Mohon pahamkan kepada kami, jangan anggap kami lawan debat.
        Terima kasih.

  2. Ibnu Lahm says:

    Alhamdulillah, Kerajaan Saudi secara resmi telah menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah sebuah organisasi teroris khawarij. Sungguh besar pertolongan Allah atas Islam dan umat Islam dari makar para perusuh bergincu khilafah. Demi Allah, sungguh kalian telah bangkrut, wahai Ikhwanul Muflisin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: