Cara Meredam Pesta Coret Pasca Pengumuman Kelulusan Siswa

Oleh: Uban Pamungkas al Muhlis

Setiap menjelang pengumuman kelulusan siswa, baik SMP sederajat maupun SMA sederajat, segenap masyarakat pendidikan diintai oleh huru-hara pesta semprot puncak kegembiraan para siswa yang dinyatakan lulus. Kegembiraan yang ditaburi kilau warna dan konfoi dijalanan ini memang terkadang memantik keresahan warga dan pengguna jalan. Namun sebagai luapan perasaan gembira, atraksi para muda-mudi ini oleh sebagian kalangan kadang dimaklumi saja. Level yang paling buram dihari kostum pelangi ini adalah ketika ritme kegembiraan siswa diakhiri dengan darah, rumah sakit, dan kebengisan setelah mereka teler dimedan tawuran.

Wajah pendidikan yang dinodai oleh aksi para pelajar ini memancing perhatian saat-saat menjelang hari pengumuman. Keprihatinan atas tindakan hedonis anarkis ini banyak disuarakan dari para pemerhati dan praktisi pendidikan, namun faktanya pentas tahunan ini malah semakin menunjukkan kebolehannya di halaman-halaman dan layar-layar media.

Gagasan ditepi wacana sepertinya belum dapat melompat ke arena aktualisasi. Harap dan cemas masih menghantui, catatan kelam apa lagi yang akan ditorehkan pelajar-pelajar kita dihajatan coret mendatang.

Goretan-goretan hitam dilaman pendidikan ini masih haus dengan segudang solusi. Sekalipun tidak sekaliber para pakar pendidikan, penulis menuangkan dalam tulisan singkat ini selarik buah pikiran untuk menjadi bagian dari tetesan-tetesan solusi.

Penulis terinspirasi dari proses orientasi/penyambutan mahasiswa baru. Kita tentu memahami, mereka para mahasiswa baru adalah para siswa yang baru saja menanjakkan kaki dari jenjang sekolah SMA/SMK/MA. Mereka adalah aktor kegaduhan dipuncak pengumuman kelulusan. Perguruan tinggi tempat mereka menapakkan kaki dijenjang pendidikan berikutnya dapat mengambil peran melalui kebijakan penyambutan mahasiswa baru, termasuk komponen lembaga mahasiswa jika orientasi diserahkan kepada ormawa. Aturannya sederhana, seluruh perguruan tinggi cukup mewajibkan kepada semua mahasiswa barunya untuk mengenakan seragam putih abu-abunya yang lengkap sepanjang pelaksanaan masa penyambutan/orientasi mahasiswa baru. Untuk lebih ekstrem, dapat diterapkan selama 1 bulan, 2 bulan hingga 1 semester diawal perkuliahan dengan mengganti lambang lokasi dan lambang OSISnya dengan logo perguruan tinggi. Dengan demikian, siswa yang tamat sekolah menengah akan menyayangi seragamnya sebagai persiapan menuju bangku kuliah. Hal ini juga dapat diterapkan pada jenjang sekolah menengah pertama atau yang sederajat, melalui masa orientasi siswa di sekolah menengah.

Gagasan yang disampaikan ini tentu saja bukanlah solusi spektakuler. Solusi yang sederhana ini masih dapat terbuka celah-celah kelemahannya, namun semoga dapat menjadi jaring-jaring bagi praktisi pendidikan untuk dapat memintalnya lebih mampat.

Allohu A’lam, semoga bermanfaat.

Sinjai, Jumada al Awwal 1433 H./ April 2012 Miladiyah.

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

2 Responses to Cara Meredam Pesta Coret Pasca Pengumuman Kelulusan Siswa

  1. pulsa online says:

    corat coret itu mungkin lebih kepada tradisi, ekspresi dari seorang siswa yang telah lepas dari “belenggu” seragam SMA, selama kita menganggapnya hanya untuk fun dan senang2 saja, saya kira tidak masalah🙂
    tapi saran mas boleh juga untuk diterapkan, jadi balik lagi ke masing2 individu🙂

    • ubanpamungkas says:

      Sebelumnya, kami mengucapkan terima kasih atas tanggapannya…
      Menurut kami, peluapan perasaan gembira para siswa kita dapat disalurkan dengan cara yang lebih aman…Kita harus merangsang kreatifitas para siswa untuk menciptkan cara-cara yang produktif, bukan justru memberikan pembenaran kepada mereka untuk terus-menerus dalam kondisi seperti ini…
      Allohu A’lam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: