MENGAPA SUAMI SUKA JAJAN?

Oleh: Muhlis H. Pasakaihiburan-malam-333x250

Gemerlapnya dunia malam, tak hanya menarik para lajang. Orang tua hidung belang tak kalah gairahnya. Mereka disambut sajian nafsu birahi. Dijamah ala kupu-kupu malam.

Magnet bermuda di lokalisasi tak pernah redup silaunya. Para wanita jalang menyuguhkan ragam kepuasan.

Jika para perjaka melabuhkan fantasinya, karena ia tak memiliki pelampiasan. Lalu mengapa seorang suami yang sudah memiliki pelabuhan syahwat masih doyan jajan di luar?.

Uraian masalahnya akan panjang, jika ditinjau dari semua sudut pandang. Oleh karena itu, penulis akan menyajikan ulasan singkat dari sebuah perspektif mini.

Kita memang layak bertanya, mengapa para suami masih gemar untuk melampiaskan syahwatnya di tempat-tempat hiburan malam. Padahal mereka bisa mendapatkan kepuasan tersebut melalui istrinya.

Hobi para suami untuk bercinta dengan para perempuan jinak tak dapat dipisahkan dari kepuasan seksualitas. Para wanita lacur merawat dirinya untuk memberikan pelayanan prima. Para penikmat nafsu haram bebas mengeksplorasi kreasi permainannya. Selain itu, para pelanggan juga dimanjakan dengan suasana dan dekorasi yang semakin membakar gairahnya. Inilah yang mereka tidak dapatkan pada istrinya.

Para suami menjadi bosan dengan layanan istrinya dirumah yang tidak kreatif. Mereka muak dengan suasana dan dekorasi yang itu-itu. Para istri tak pandai merawat dirinya, mereka tak cerdas memuaskan suaminya. Di rumah suasana monoton. Itulah kenapa para suami mencari kepuasan ekstra di luar.

Jika para istri dapat membawa pelayanan dan suasana diatas kedalam rumahnya, maka sang suami tidak akan mudah tergoda jajanan liar. Gairahkanlah sang suami dengan kemasan sensualitas busana, aroma dan rayuan yang agresif. Puaskanlah dengan kreasi bercinta ala kupu-kupu malam. Ciptakanlah dekorasi kamar yang bergairah, buatlah berbagai sensasi latar tempat bercinta. Tentu saja semua ini sebatas yang dapat dikreasikan dalam bingkai yang tidak dilarang oleh agama.

Ranjang kelihatannya memang tak luas, tapi keberhasilan disana dapat berdampak besar pada kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga, begitu pula sebaliknya. Penulis menganggap itulah kenapa urusan ranjang mendapat perhatian khusus dalam Islam.

Ulasan pendek ini tentu bukanlah faktor utama. Banyak hal yang menjadi sebab para suami memilih memuaskan diri di tempat prostitusi, namun pada kesempatan ini, pada aspek inilah yang penulis sajikan.

Tulisan ini bukanlah hasil penelitian, maupun karya tulis yang memiliki referensi ilmiah. Pada dasarnya tulisan ini tidak direncanakan dari awal, penulis hanya memanfaatkan kegemaran menuangkan fenomena yang sifatnya momentum dalam catatan-catatan kecil. Penulis juga tidak berada disini untuk meneliti kebenaran buku-buku Moammar Emka, penulis hanya terinspirasi pada pesona metropolitan di ibu kota yang tak dapat dipisahkan dari dunia malam. Penulis mencoba meramu kondisi tersebut, kaitannya dengan keharmonisan pasangan suami istri. Untuk sementara, anggap saja pendekatan penulis pada aspek ini tidak berbobot, karena tidak ditunjang metodologi penarikan kesimpulan yang ilmiah. Meskipun demikian, pembaca dapat mengeksplorasi lebih jauh.

Semoga bermanfaat.!

Allahu A’lam.

***

Tulisan lama yang diambil dari catatan saku.

Jakarta, 2009 (Diedit seperlunya pada Mei 2013).

About ubanpamungkas
Bugis Tondong Sinjai

2 Responses to MENGAPA SUAMI SUKA JAJAN?

  1. mm says:

    penulis sangat kreatif ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: