Masalah Gaza dan Suriah adalah Perang Akhir Zaman

1SEKITAR seminggu yang lalu Bahtiar Nasir, Presidium Spirit of Al Aqsha, berhasil mengunjungi Jalur Gaza bersama delegasi dari Indonesia. Banyak cerita dan fakta baru terungkap. Ia bahkan sempat bertemu PM Ismail Haniyah dan bersilahturahim para pejuang Izzudin Al-Qassam.

Apa saja catatan-catatan yang menginspirasi kita semua dari Jalur Gaza? Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) inipun membagi kisahnya dalam sebuah wawancara dengan hidayatullah.com. Berikut petikan wawancaranya.*
Read more of this post

Advertisements

Waspadalah, Sekarang Densus 88 Incar Targetnya Melalui Facebook!

Waspada sepertinya menjadi kata kunci bagi umat Islam. Terutama bagi anak-anak muda Islam dengan semangat beragama yang tinggi. Salah bergaul bisa membuat dirinya masuk dalam jebakan musuh.

Terutama anak-anak muda yang memiliki akun di jejaring sosial, seperti facebook dan twitter.

Mengapa, pasalnya kini aparat Detasemen Khusus 88 rupanya telah memantau aktivitas anak-anak muda Islam yang bersemangat jihad melalui akun-akun facebook yang mereka miliki. Melalui akun anonim dengan mudah ‘aktor’ yang sebenarnya dikendalikan Densus 88 memprovokasi teman-temannya di dunia maya.

Setelah mereka merasa in group, barulah terjadi pertemuan di darat (kopi darat). Ternyata memang sosok orang yang berteman di dunia maya itu secara fisik tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang diajak bertemu. Seperti celana agak tinggi, berjenggot dan kalau bicara jihad menggebu-gebu.
Read more of this post

MUI Yogyakarta : Waspadai bangkitnya Komunisme

Majelis Ulama Indonesia DIY meminta masyarakat untuk mewaspadai bangkitnya paham komunis di Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa.

Sekretaris MUI DIY, Ahmad Muhsin Kamaludiningrat menjelaskan, meski pergerakan paham ini tidak kelihatan, namun tanda-tandanya dapat terdeteksi di tengah masyarakat.

“Pada praktek sehari-hari, paham komunis selalu menciptakan pertentangan kelas di tengah masyarakat yang mengarah kepada konflik sosial,” kata Ahmad Muhsin seperti dimuat hidayatullah.com, Sabtu (20/10/2012).

Dia menambahkan, paham komunis juga menganggap agama sebagai candu.

Ahmad menengarai paham ini mulai diminati oleh mahasiswa karena ditawarkan dengan argumen yang logis, sementara bentuknya pun mewujud melalui organisasi ekstra kampus yang terlihat merakyat.

Untuk itu MUI DIY meminta Presiden SBY untuk jeli dalam mendeteksi kehadiran paham ini, dan berani bertindak tegas kepada siapapun yang menyebarkannya.

“Kami juga mengingatkan orang tua untuk berhati-hati terhadap anaknya, agar kejadian G30 S/ PKI di tahun 1965 tidak terulang lagi di masa mendatang,” jelasnya.

Disadur dari arrahmah.com pada 6 Dzulhijjah 1433 H./22 Oktober 2012

KPI: Metro TV Akui Kesalahannya dalam Pemberitaan Rohis

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Azimah Subagyo menegaskan bahwa pihak Metro TV telah mengakui beberapa kesalahan dalam pemberitaannya. Pemberitaan itu tersendiri terkait program Headline News dan “Metro TV Hari Ini” pada 5 September 2012 terkait isu gerakan terorisme yang masuk ke lingkungan sekolah. Pemberitaan yang menggunakan tagline “Awas! Generasi Baru Terorisme” tersebut dinilai merusak nama baik salah satu ekstra kurikuler di sekolah yaitu Kerohanian Islam (Rohis).

“Metro TV sudah mengakui kesalahannya terhadap pemberitaan tersebut, beberapa kelalaian Metro TV diakui pada judul juga tidak mencantumkan sumber dari berita tersebut,” jelas Azimah kepada hidayatullah.com, Selasa (25/09/2012) siang.

Pengakuan Metro TV ini diungkapkan pula dalam dialog mediasi antara pihak Metro TV dan perwakilan kelompok Rohis di kantor KPI, Senin (24/09/2012).

Dalam pertemuan tersebut menurut Azimah, perwakilan Rohis menyampaikan bahwa efek dari pemberitaan Metro TV tersebut sangat merugikan keberadaan Rohis. Salah satu kerugian tersebut adalah di mana para orangtua murid kini takut mengizinkan anaknya untuk ikut dalam kegiatan Rohis di sekolah.
Read more of this post

Sertifikasi Ulama? Inilah yang Terjadi di Singapura, Turki dan Malaysia

Akhirnya Ketua BNPT, Ansyad Mbai, menolak jika institusinya dikatakan mengusulkan sertifikasi ulama’. Menurutnya, BNPT tidak pernah mengusulkan gagasan itu. Apa yang dikemukakannnya tentang sertifikasi ulama’ di Singapura dan Turki itu hanyalah contoh, bukan dimaksud sebagai program BNPT. Klarifikasi itu dilakukan setelah adanya penolakan keras mulai dari PBNU, FPI hingga MUI sendiri. Bahkan, partai politik pun ikut-ikutan menolak ide gila tersebut.

Ketika Singapura dan Turki Menjadi Contoh

Singapura memang negara kecil, dan tidak sulit bagi pemerintah Singapura untuk mengontrol mobilitas rakyatnya. Meski begitu, Singapura telah menerapkan kebijakan yang sangat represif, khususnya terhadap umat Islam. Di Singapura, gerak-gerik umat Islam selalu diawasi. Bukan hanya ulama’nya, tetapi juga umatnya. Untuk mengontrol dan mengawasi para ulama’, Singapura menerapkan kebijakan sertifikasi ini. Bagi siapapun yang tidak mempunyai sertifikat (tauliah), meski secara keilmuan dan kualifikasi keulamakannya diakui, tetap tidak bisa memberikan ceramah di muka umum. Mereka tidak bisa memberikan khutbah, ceramah maupun kajian, baik di masjid maupun di tempat terbuka.

Tidak hanya itu, naskah khutbahnya pun mereka dikte, dimana setiap Jum’at, mereka hanya diperbolehkan membaca naskah khutbah yang disediakan oleh Majelis Ugama Islam (MUIS) Singapura. Jika mereka melanggar, mereka akan dicabut tauliah-nya, dan bisa dijerat dengan UU ISA. Di setiap masjid, dan tempat-tempat umat Islam berkumpul, special branch (SB) atau intel ditempatkan. Tidak hanya itu, CCTV pun di pasang di mana-mana, termasuk di dalam masjid, untuk mengintai gerak-gerik umat Islam di sana, dan memonitor isi khutbah atau kajian yang disampaikan.
Read more of this post

Malaysia Larang Syiah karena Alasan Keamanan Nasional dan Menyimpang

Persoalan Syiah di Indonesia juga pernah dialami pemerintah tetangga, Malaysia. Hanya saja, Malaysia telah melewatinya, sehingga konflik tidak serumit di Indonesia. Dengan tegas, Malaysia pernah menetapkan larangan penyebaran aliran ini.

Sekitar 200 orang pemeluk ajaran Syiah pernah ditangkap pada Desember tahun lalu oleh otoritas keagamaan atas tuduhan bahwa mereka mengancam keamanan nasional di Malaysia yang multikultural, tempat di mana 16,5 juta pemeluk Islam beraliran Sunni tinggal. [baca juga: Malaysia Larang Penyebaran Aliran Islam Syiah]

Di Malaysia, paham ini mulai populer sejak kemenangan revolusi Iran oleh Ayatollah Khomeini pada 1978. Kala itu, umat Islam mengagumi keberaniannya saat mengulingkan Shah Iran. Pengagum ini bahkan melekatkan potret Ayatollah di dinding-dinding rumah masing-masing.
Read more of this post

Diam-diam Wabah Pemurtadan Berlangsung di Lubuklinggau

Penyebaran agama kepada umat yang telah beragama ternyata masih berlangsung di sebagian wilayah di Indonesia. Jika sebelumnya kegiatan semacam ini dapat dapat terendus berlangsung di sejumlah kota di Jawa Barat, antara lain di Garut dan Bogor, kali ini diketahui terjadi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di daerah ini telah mencium kegiatan pemurtadan ini. Diam-diam, penyebaran agama kepada umat beragama lain yang dilakukan salah satu tempat ibadah non muslim di Lubuklinggau, sudah berlangsung selama 2,5 bulan terakhir di Smart Hotel, atau sejak Juni hingga Agustus 2012.

Bukan hanya umat Islam yang menjadi sasaran penyebaran agama oleh pemuka agama, tetapi umat lainnya juga dipengaruhi untuk mengikuti kegiatan ajaran agamanya, dengan iming-iming pembagian sembako.

Data sementara, sedikitnya 130 orang muslim dan empat umat Buddha telah didoktrin ajaran agama tertentu oleh pemuka agama tersebut. Dua di antaranya yang sebelumnya pemeluk agama Islam sempat dibaptis.
Read more of this post

Inilah Surat Ustadz Ba’asyir dengan 3 Bahasa untuk Presiden Myanmar

Tebalnya tembok penjara tak bisa menghalangi perhatian ustadz Abu Bakar Ba’asyir terhadap pembantaian etnis Muslim Rohingya di Myanmar. Ulama muwahhid dan mujahid ini ternyata terus mengikuti perkembangan kondisi umat Islam yang kini ditindas di Myanmar.

Redaksi voa-islam.com baru saja mendapatkan kiriman email berisi surat terbuka ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang dikirimkan kepada Presiden Myanmar, Thein Sein. Menurut keterangan yang didapat surat tersebut telah diserahkan Senin lalu (30/7/2012), ke Kedutaan Besar Myanmar di Jl. H. Agus Salim No. 109, Menteng, Jakarta Pusat.
Read more of this post

Inilah Surat Balasan Pemerintah Myanmar untuk Ustadz Ba’asyir

Surat ustadz Abu Bakar Ba’asyir untuk presiden Myanmar, Thein Sein mendapat balasan. Tanggal 22 Juli 2012 lalu ustadz Abu Bakar Ba’asyir menulis sebuah surat yang ditujukan untuk presiden Myanmar terkait konflik antara Muslim Rohingya dan Budha.

Surat yang dikirimkan ke Kedutaan Besar Myanmar, Senin (30/7/2012) itu memuat tiga tuntutan umat Islam yang disuarakan ustadz Abu Bakar Ba’asyir untuk membela Muslim Rohingya:

Hentikan kezaliman berupa pengusiran, pembantaian terhadap ummat Islam di Myanmar.
Berikan mereka kebebasan untuk memeluk Islam dan menjalankan ibadahnya.
Jangan ada lagi diskriminasi terhadap ummat Islam.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir juga menegaskan dalam suratnya bahwa umat Islam di Indonesia tak rela suadara muslimnya di Myanmar ditindas. “Kami tak ingin mendengar tangisan saudara-saudara muslim kami di buminya Alloh negeri kalian dan negerinya ummat Islam yang tinggal di sini, kami tidak ridho setetes darah pun tertumpah dari kaum muslimin.”
Read more of this post

Aktivis Islam Menghadapi Tantangan Global: Menghadapi Tantangan Krisis Moral

Tantangan yang harus dihadapi oleh para pemuda muslim di zaman yang penuh dengan kemesuman dan kemaksiatan serta tak mengenal rasa malu, adalah tantangan krisis moral (dekadensi moral) serta kerusakan sosial. Orang biasa yang menghadapi tantangan ini tidak mampu melawannya, bahkan seringkali terpaksa harus melepaskan diri dari ikatan nilai-nilai kepatutan dan membebaskan diri dari budi pekerti yang terpuji dan mulia, serta memerdekakan diri dari tradisi-tradisi Islam yang asli, lalu setelah itu ia terjerumus ke dalam kubangan lumpur nafsu dan syahwat tanpa ada benteng pencegah berupa agama ataupun kendali berupa nurani sama sekali. Tentu saja perbuatan hina itu mencampakkan kemuliaannya, melarutkan kepribadiannya, dan menghancurkan eksistensinya.

Tantangan moral yang dihadapi oleh generasi Islam hari ini sangat banyak dan beraneka ragam. Diantaranya ada yang berupa adat istiadat, ada pula yang datang dari diri sendiri, ada yang berasal dari pengaruh asing, adapula yang datang melalui media massa dan ada pula yang bersumber dari undang-undang.
Read more of this post

Sesat : Ada Yang Mengaku Dirinya Adik Tuhan

Ajaran Jemaat Tinzaniyah yang menghebohkan Sukabumi, kabarnya, umatnya tidak diwajibkan salat Jumat berjamaah dan salat Subuh.

Tak hanya itu, disebut-sebut pula pimpinan Jemaat Tinzaniyah ini, Sumardi alias Suma Alisyahbana alias Usman Syahbana,mengaku-aku dirinya sebagai adik Tuhan.

”Sebenarnya aliran Tinzaniyah ini sudah dibubarkan oleh MUI saat pertemuan di Pendopo Kabupaten Sukabumi. Namun pada kenyataannya mereka tidak bubar-bubar dan masih melakukan aktivitas,” kata seorang warga Ali Mukti kepada para wartawan, Kamis (16/8/2012).

Kepala Polres Sukabumi AKBP M Firman mengatakan peristiwa ancaman serangan massa ini terjadi karena ada dugaan bahwa mereka ini masih melakukan kegiatan. Padahal sebelumnya dalam pertemuan di Pendopo Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu pemimpinnya telah bersedia meninggalkannya.
Read more of this post

Fatwa Syaikh Abdullah bin Jibrin Tentang Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthub

FATWA SYAIKH ABDULLAH BIN JIBRIN (ANGGOTA HA’IAH KIBARIL ‘ULAMA AL-MAMLAKAH AL-’ARABIYYAH AS-SU’UDIYYAH) TENTANG HASAN AL-BANNA DAN SAYID QUTHUB

Akhir-akhir ini kita sering mendengar, diantara saudara sesama muslim menyebarkan isu tentang tuduhan adanya penyimpangan dua orang ulama Mesir; As-Syahid Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthub, keduanya dianggap sebagai pawang ahli bid’ah dan pembawa ajaran sesat, bahkan ada yang berarti menyatakan: “Sungguh, membaca buku porno lebih baik daripada membaca buku-buku tulisan tokoh sesat dan menyesatkan dari golongan Ikhwanul Muslim seperti Hasan Albanna, Muhammad Al-Ghazali, Yusuf Qharadawi, atau orang-orang yang sejenis”. (Astaghfirullah al-azhim) sumber dari salah satu email (pembela_sunnah@yahoo.co.id).

Padahal dirinya -seperti yang ditulis dalam situs tersebut- menyatakan diri sebagai pembela sunnah tapi mengapa sampai keluar pernyataan seperti itu… semoga kita terlindung dari kata-kata, pernyataan dan ungkapan yang tidak sebenarnya… karena jika benar demikian, maka rugilah kita, banyaknya amal kebaikan yang kita lakukan akan sirna begitu saja oleh karena ungkapan yang tidak sebenarnya, bahkan kelak Allah akan diambil kebaikan orang yang mengungkapkan sesuatu yang tidak sebenarnya untuk diberikan kepada orang yang dituduhkannya… Naudzubillah min dzalik…
Read more of this post

Pemurtadan dilerang Gunung Merapi, Misionaris gunakan cara-cara kasar

Dalam kesempatan aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk kaum muslimin Rohingya di Masjid Agung Rohingya Jum’at (10/8), hadir pula 2 ustadz dari Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Jawa Tengah yang ditugaskan untuk berdakwah ke pedalaman Nusantara, yakni Ustadz Tri Artoro dan Ustadz Abdur Rosyid.

Ustadz Abdul Rosyid, da’i yang mengemban misi dakwah di lereng Gunung Merapi dari DDII Jawa Tengah ini menuturkan kondisi dakwah yang memprihatinkan di lereng Gunung Merapi sebelum atau sesudah Merapi memuntahkan isi yang ada diperut bumi.

“Pasca bencana letusan Gunung Merapi, kondisi ummat islam dan dakwah di lereng merapi amat memprihatinkan, pasalnya banyak terjadi pemurtadan dengan memanfaatkan kondisi sulit masyarakat disana,” Kata Ustadz Abdul Rosyid.

Ia menambahkan sejumlah cara dilakukan oleh fihak Nashrani untuk memalingkan kaum muslimin dari agama islam. Sejumlah cara yang dilakukan adalah dengan melakukan propaganda bahwa seluruh agama itu sama dan berpindah agama adalah hal yang wajar.
Read more of this post

Inilah Isi Pesan Singkat Ahok Kepada Kelompok Kristen dan Cina

Babak baru pemilihan Gubernur DKI putaran kedua semakin panas. Disinyalir isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) akan terus dimainkan untuk memenangkan salah satu kandidat.

Selama ini yang terus menerus menuding agar tidak beredar isu SARA adalah kubu Jokowi-Ahok. Sebabnya Calon Wagub Basuki Tjahaya Purnama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok adalah bagian dari minoritas Cina dan Kristen. Mereka menuding kubu lawannya memainkan sentimen ini.

Faktanya, tudingan kelompok itu tidak sepenuhnya benar. Akhir-akhir ini malah beredar isi SMS yang diduga dari Ahok untuk kalangan Kristen dan Cina. Ternyata justru kubu Ahok yang memainkan isu SARA.

Atas kampanye SARA ini Ketua DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul berpesan kepada Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok, untuk tidak memperalat umat Kristen dalam upaya memenangkan Pemilukada Jakarta. Pasalnya hal itu akan menimbulkan kesan tidak baik.

Menurutnya, Ahok telah mengumbar janji yang sudah mengarah ke unsur SARA demi mendapatkan simpati yang mengatasnamakan agama. Seperti halnya janji Ahok yang akan mempermudah pemberian izin pendirian gereja di Jakarta. “Kampanye boleh, tapi jangan SARA,” ujar Ruhut yang juga penganut Nasrani ini, pada Jumat (20/7/2012) lalu seperti dirilis Inilah.com.
Read more of this post

Husein bin Hamid Al Attas akui Muawiyah RA. bukan “sahabat” Nabi

Husein bin Hamid Alattas mengakui dirinya tidak menganggap Muawiyah Ra sebagai sahabat Nabi SAW, ia juga mengakui Muawiyah Ra boleh dihujat dan dikritik. Meskipun, dirinya menyatakan bermanhaj sebagai Ahlus Sunnah.

“Secara lughowy (bahasa) Muawiyah termasuk sahabat, tetapi secara syar’i Muawiyah tidak termasuk sahabat,” Kata Husein Hamid Alattas ditengah acara dialog dan mubahalah antara dr.Haidar Abdullah Bawazir dengan Husein bin Hamid Alattas di Radio Silaturahim, Jl. Masjid Silaturahim no.36, Cibubur, Bekasi, Rabu kemarin (27/6).

Husein berpendapat, Muawiyah Ra merupakan pihak yang bertanggung jawab atas terbunuhnya banyak umat Islam dan Amar bin Yasir ketika terjadi perselisihan antara Muawiyah ra dengan Ali bin Abi Tholib Ra yang berujung dengan peperangan, pihak yang melakukan kesalahan dalam merubah sistem kekhilafahan menjadi kerajaan dengan mengangkat anaknya sebagai penerus kekhalifahan, serta yang menyebabkan peristiwa-peristiwa berdarah selanjutnya.
Read more of this post