Engkau Telah Pergi  

Oleh: Muhlis H. Pasakai
by
Remang-remang masa lalu melagukan irama
Sebuah puncak penantian ditelan hitam
Simfoni perpisahan beralun sendu
Mentari suci berdepak-depak
Nyanyian puing-puing harapan
Meninggalkan perang mendera
Read more of this post

Memoar angkatan LX, Akta IV UMPAR

Oleh: Muhlis H. Pasakai

Image

Dikelas itu dulu , kita memintal sayap, untuk mengepakkan di langit masa depan…

Satu caturwulan kita lalui, melukis angan di kedalaman mimpi…

Mengurai asa diruang panas si tembok putih, hiasan dinding AC bisu…

Ahad, 11 Maret 2012…

Hari terakhir menabuh guratan apik tinta pena di medan ujian…

Pengantar Pendidikan, Telaah Kurikulum, Perkembangan Peserta Didik …

Lembar soal penyapa pamit yang segera melintas memisah kita…

Bening-bening embun menari sepanjang waktu…

Diatas daun kekariban…

Ditengah hembusan rupa sikap…

Ada yang menetes …

Ada yang terjaga …

Menaruh tapak langkah dianjang angan…

Ada laku yang mencipta riang…

Ada perangai yang kasap menyentuh rasa…

Semua jadi bingkisan…

Untuk ditawa atau ditangis…

-Selengkapnya->

ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN ( Renungan untukku ,untukmu dan untuk kita semua )…

Hari ini ku mati,
Perlahan…
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan…
Semua pergi meninggalkanku…

Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yg tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat…

Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa² lagi bagi mereka…

Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih…

Tetapi aku tetap sendiri,
Disini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar² harus sendiri…

Ya ALLAH ,,
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU,
Untuk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pada mereka…

Yg selama ini telah merasakan zalimku,
Yg selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku…

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan,
Yg bahkan kumakan,
Yaa ALLAH Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada ayah & ibu tercinta…

Teringat kata² kasar & keras yg menyakitkn hati mereka,
Maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya ALLAH aku waktu untuk berkumpul dgn keluargaku,
Menyenangkan saudara²ku..
Untuk sungguh² beramal soleh.

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yg pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali…

Mengapa kusia²kan waktu hidup yg hanya sekali itu…?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu…

Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri…
Untuk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Masyar…

Ya RABB sampaikan salamku untuk sahabatku yang selalu mengingatkanku akan hari terakhirku didunia

_muslimah sholeha_

Untukmu Pejuang…

Wahai yang menapaki jejak cinta para pejuang…

Rasakanlah….
Setiap seruan alam menyapamu
Deburan ombak pun menghantam karang
Meneriakkan irama perjuangan
Dan desiran angin meniupkan semangat juangmu
Semangat yg tak pernah pudar oleh sang waktu

Wahai engkau yg menapaki jejak pemuda kahfi…

jangan kau mengeluh!
ketika…
hanya alam yg menyapamu
hanya ombak yg menyerumu
dan hanya angin yg memberikan kesejukan
kala lelah menyapa hatimu
Bukan seorang putri
Bukan seorang dewi
Dan bukan selir-selir yang cantik dan jelita

Bersabarlah wahai pejuang dan penerus generasi Rabbani….

Waktumu bukan untuk memikirkan sang putri
Waktumu bukan untuk mengumbar pandangan mencari seorang dewi
Waktumu bukan untuk merangkai kata-kata
Dan janji-janji kepada setiap wanita pujaan hati

Tapi…
Waktumu untuk mencari keridhaan Rabbmu
Waktumu untuk membela Dien ini
Waktumu untuk berjuang di medan dakwah
Waktumu untuk menyerukan kebenaran
Dan…
Waktumu untuk memperbaiki dan mempersiapkan diri
Menjemput bidadari bumi

Bidadari yang memberikan kesejukan sewaktu kau lelah
Bidadari yang selalu mengusap peluhmu dengan sapu tangan cinta
Bidadari yang membuatmu semakin takjub karena cintanya membuatmu semakin mencintai Rabbmu

Bahkan bidadari surga pun telah menunggumu ditelaga cinta
Wahai mujahid muda yang menelusuri jejak kebaikan…

Gowa, 5 Jumada Al Awwal 1433 H.

Hadiah yang didedikasikan dari seorang pemerhati da’wah.

Seperti bukan sebuah kebohongan


Oleh: uban pamungkas

Untuk menabur cerita
Demi sebuah harapan
Saat hasrat bernaluri
Atas nama kebersamaan
Ayo kita ke Sidrap
Musim buah kian menanti
Rambutan…
Durian…
Read more of this post

TAFAKKUR

Aku terlahir
Sungguh diluar kendaliku
Bahkan mengapa harus lewat ibuku ?
Padahal sungguh banyak ibu yang juga bisa melahirkanku
Mengapa bukan wujud binatang ?
Mengapa tidak seperti bayi hasil perzinahan yang dibuang ibunya ?
Read more of this post

Puisi Pinggiran

Pagi itu…
aku terdiam terpaku
menatap sesosok jiwa
dengan tetesan peluh dan derita
menangis melihat dunia
yang telah diciptakan penuh cinta kasih

lalu…
penghuninya terlena dan terbuai
hingga cinta kasih itu hilang
Read more of this post

Maafkan Aku Sahabat

Walau selarik bait
Sepatah kata
Seuntai kalimat
Kurangkai untuk sebuah suara hati

Kemarin..
Empat Januari dua ribu sepuluh
Kamu masih ceria
Menatap hari yang indah
Ditahun yang baru
Secercah harapan
Merekah di wajahmu
Senyum dibibirmu masih merona
Read more of this post

Untuk sahabatku di Ponder..

Dari senja yang cerah
Mendermakan hangatnya
Hingga gemerlapnya malam
Berselimutkan gulita
Read more of this post

Sahabat dikala sempit, tak kenal disaat lapang

Seperti sebuah sinetron
Bak layar sinema
Layaknya mega film
Tapi bukan akting skenario
Bukan pula sandiwara
Atau cerita novela
Tidak untuk dipentaskan
Tak pantas untuk ditonton
Apalagi dijadikan replika
Read more of this post

Hati-hatilah kaum perempuan

Hati-hatilah kaum perempuan…
Sebab penghuni neraka lebih banyak dari golonganmu Read more of this post

Kupu-kupu malam

Entah mengapa
Itulah sebutanmu
Sejenak terlintas
Engkau janjikan kehangatan
Read more of this post

Dia yang luluh..

Tidak seperti yang dikira
Tidak seperti yang ia sampaikan dulu
Di sebuah pesan singkatnya Read more of this post