PERJUANGANMU YANG TAK BERGEMING

Oleh: Muhlis Patunru

ust.said

Tergagap, hasad, terpojok, dipermalukan, tokoh takfiri. Seperti itulah diantara tulisan-tulisan orang syiah yang sering dialamatkan kepadanya. Dahulu kami sering mendengarkan materi-materi ceramah yang disampaikan beliau yang berkisar seputar kesabaran atau tazkiyatun nufus, namun entah kenapa setelah gelombang syiah mulai menampakkan “agresinya” di kota Makassar, tiba-tiba putar haluan menghabiskan hampir seluruh energinya untuk menghalau gelombang syiah yang dikomandoi oleh Jalaluddin Rakhmat seorang sosok yang berpamor di negeri ini, terlebih lagi setelah terbentuknya LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) perwakilan Indonesia Timur dimana beliau diamanahkan menahkodai lembaga yang konsen dalam masalah aliran sesat itu.

Read more of this post

Kesenjangan Kesehatan dan Egalitarianisme

Oleh: Muhlis Pasakai

index

Kesehatan merupakan nikmat terbesar setelah Iman dan Islam. Begitulah yang disebutkan dalam salah satu hadits riwayat Abu Dawud yang berbunyi “Mohonlah kepada Allah kesehatan (keselamatan), sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan (keselamatan)”. Mungkin itulah mengapa dalam hadits yang lain dikatakan bahwa “Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya”(HR. Ibnu Majah). Bahkan dalam dzikir pagi petang kita memohon kepada Allah keselamatan (kesehatan) badan, penglihatan dan pendengaran.

Read more of this post

Opium Intelektual

suntik-silikon3Oleh: Muhlis Pasakai

Jalaluddin Rahmat, gembong syiah Indonesia dalam dialog sunni-syiah yang diselenggarakan di UIN Alauddin Makassar pada 24 Februari 2011 M./ 21 Rabi’ al Awwal 1432 H. mengutip perkataan salah seorang tokoh pendidikan Jerman yang mengatakan bahwa pendidikan adalah apa yang masih kita miliki setelah sebagian besar kita lupakan1.

Read more of this post

Untukmu Sang Bidadari

mtOleh: Muhlis H. Pasakai

Dalam salah satu surat Kartini yang ditujukan kepada Nyonya R.M. Abendanon atau Mandri pada agustus 1900 dibuka dengan kalimat: Bahasa apakah yang dapat kita kuasai untuk mengungkapkan perasaan? Sepertinya bahasa semacam itu tidak ada1.

Mungkin seperti itulah beratnya menggunakan kosa kata yang tepat untuk menjelaskan keputusanku dahulu, hingga redaksi apapun yang kugunakan dalam pesan singkat itu tak sanggup menjelaskan perasaanku yang sesungguhnya.

Read more of this post

Pandangan Prof. DR. H. Muhammad Galib M., M.A* tentang syiah

syOleh: Muhlis Pasakai**

Prof. Muhammad Galib, sebagai seorang tokoh agama dan guru besar sekaligus unsur pimpinan di Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, tentu masyarakat membutuhkan kejelasan dan ketegasannya dalam menilai pemahaman syiah yang merebak khususnya beberapa daerah di Indonesia dibawah motor IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) dan organisasi-organisasi yang berafiliasi dengannya.

Read more of this post

Jenggot dalam sebuah ulasan lepas

Oleh: Muhlis Pasakai

 

jenggotEntah apa yang melatar belakangi, akhir-akhir ini jenggot sering menjadi tema perdebatan khususnya dikalangan intelektual muslim. Dalam sepanjang catatan perdebatan yang pernah terjadi di negeri ini, tema ini baru mencuat beberapa waktu terakhir ini-setidaknya yang penulis ketahui-. Mulai dari perdebatan ringan di arus bawah, perang argumentasi via medsos (media sosial), polemik di media massa, hingga dialog resmi yang dibanjiri peserta.

Read more of this post

Menghidupkan Tradisi Debat

debatOleh: Muhlis Pasakai

Situs inilah.com pernah memuat artikel berseri Wakil Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar yang bertemakan pentingnya dialog dengan judul Allah Menyukai Dialog. Sub-sub judul artikel itu adalah: The Power of Dialog, Berdialog dengan Manusia, Berdialog dengan Iblis, dan Berdialog dengan Malaikat. (www.inilah.com, diakses pada Minggu, 16 Februari 2014-12:23 WIB).

Ada beberapa kata yang similar dengan kata dialog, seperti diskusi, polemik dan debat. Dalam kamus-kamus Bahasa Indonesia, dialog sendiri sederhananya adalah sebuah percakapan atau dalam Bahasa Arab dikenal dengan hiwar. Diskusi merupakan sebuah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran memecahkan suatu masalah. Debat adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Sementara polemik sering diartikan sebagai perdebatan mengenai suatu masalah yang dikemukakan secara terbuka dalam media massa atau biasa juga disebut telediskusi.

Read more of this post

Tikus Naas dan Senapan Frustasi

tikusOleh: Muhlis Pasakai

Entah sudah yang keberapa kalinya senapan angin itu kucerca. Sudah berkali-kali aku dikecewakan olehnya, terkadang bidikanku hampir 100% mengenai target, tapi eh tiba-tiba pelurunya nyangkut, dan akhirnya meloloskan sasaran.

Walaupun senapan itu telah banyak melumpuhkan binatang pemangsa ternak, sudah tak terhitung binatang sejenis biawak, tikus dan pemangsa ternak lainnya yang berakhir di ujung senapan ini, tapi akhir-akhir ini tembakan seringkali mengalami kegagalan.

Read more of this post

Umar

Oleh: Muhlis Pasakai

images5Bukan Umar bin Khattab, bukan pula Umar bin Abdul Aziz, dua tokoh monumental yang dikenang dalam sepanjang sejarah kaum Muslimin.

Buku itu berjudul “Himpunan Hadist Teladan Sohih Muslim”. Aku membuka lembaran-lembaran tua itu untuk memperkaya literaturku. Di halaman terakhir kutemukan sebaris tulisan pena, “Buku ini pemberian Ust. Umar”. Memoriku segera meluncur pada sosok Imam Masjid Al Munawwarah yang menghadiahkan buku itu padaku belasan tahun yang lalu, sang Umar yang kukenal dengan keteguhan dan kesabarannya. Kenangan lain juga segera menyusul, sebuah buku tebal terjemahan “Nailul Authar” yang terdiri dari 3 jilid, yang diterbitkan tahun 1979 dan beberapa lembar majalah, peninggalan buku-buku yang sempat kudapatkan di rumah beliau seizin istrinya, sayang aku terlambat, beberapa kitab-kitab kontemporer yang dimilikinya telah habis dibagi oleh anak cucu dan keluarganya.

Read more of this post

Seorang Bapak

kartun-marah-2Oleh: Muhlis H. Pasakai

Beberapa hari yang lalu, sebuah pesan singkat kukirim kepada salah seorang sahabat lama. Menanyakan kabar serta aktivitasnya. Dalam komunikasi yang singkat itu, saat kutanya soal aktivitas mengajarnya, ia menginformasikan sebuah kabar buruk. Salah seorang diantara siswanya meninggal dunia secara tragis setelah mengakhiri hidupnya dengan meminum pestisida. Innaa liLLahi wa innaa IlaiHi Raaji’uun.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, siswa tersebut bunuh diri disebabkan karena konflik yang terjadi antara dirinya dengan ayahnya.

Gejala sosio-psikologis yang timbul akibat hubungan antara seorang anak dengan bapaknya memang mungkin belum pernah mendapat perhatian khusus dalam tinjauan yang serius.

Read more of this post

Ayam Penguasa

gambar-kartun-lucu-ayam-jantanOleh: Muhlis H. Pasakai

Sebagaimana bunyi hukum rimba, yang kuat dialah yang berkuasa. Nampaknya itulah yang sedang berlaku pada masyarakat ayam di bawah kolong rumahku.

Disini, suasana seperti itu biasa. Sebuah pemandangan natural yang dapat menjadi terapi kesehatan, khusunya bagi yang nafsu makannya sedang menurun. Di teras rumahku, makan sambil menghirup udara segar, dikelilingi pepohonan hijau nan rindang, tiupan angin pegunungan yang menyapa ramah, dan pemandangan alam yang indah nun jauh disana. Ditambah lagi, setiap menyantap makanan, suasana pasti menjadi meriah dengan irama suara ayam yang memperebutkan makanan yang jatuh. Stress, beban pemikiran dan pening-pening segera terlupakan saat menikmati suasana kampung yang sejuk di teras gubuk reokku.

Ada yang menarik sejak lama mengundang perhatianku, yaitu ketika makanan yang jatuh diperebutkan oleh hiruk pikuk bangsa ayam. Dimanapun, sebuah komunitas ayam pasti memiliki seekor penguasa. Ayam jantan yang menjadi penguasa itulah yang akan bertindak seenaknya pada ayam-ayam lainnya.

Read more of this post

Sisi lain dari mesum, selingkuh atau skandal seks lainnya

Oleh: Muhlis H. Pasakaiimages (4)

Menjelang akhir tahun Miladiyah, sebentar lagi catatan sejarah akan diabadikan di sepanjang tahun 2013 ini. Mulai dari prestasi yang membanggakan hingga kasus-kasus memalukan yang membelit negeri ini.

Daftar pelanggaran hukum, kasus korupsi serta peristiwa-peristiwa ekonomi dan sosial politik lainnya boleh jadi mewarnai “catatan akhir tahun” itu. Jika perbuatan mesum dan kawan-kawannya masih dianggap sebagai perbuatan tercela, maka tidak boleh tidak ia juga harus turut ambil bagian sebagai peristiwa yang memalukan di negeri ini.

Sepanjang tahun 2013 ini, tidak sedikit kasus yang bernuansa skandal “cabul” yang dimuat di berbagai media. Mulai dari kabar yang menyeret figur hingga pelajar-pelajar lokal.

Gejala penyimpangan yang selalu menghantui ini tak pernah habisnya untuk dibicarakan. Mulai dari perjuangan konstitusional, sosialisasi hingga seminar-seminar dan demonstrasi telah tersentuh untuk membentuk ramuan penangkalnya.

Telah banyak terungkap latar belakang terjadinya peristiwa senonoh itu berikut solusinya, dari aspek sosiologis hingga psikologis. Tulisan ini akan bercerita sedikit dari bagian ini, yang mungkin tidak mendapat tempat yang banyak untuk dibicarakan. Apa itu?

Read more of this post

Pesan Hati-hati Dibalik Sebuah NIP

syirikOleh: Muhlis H. Pasakai

Perjalanan hidup seorang anak manusia berawal dari sebuah cita-cita, angan-angan dan segenap impian dipeluknya erat-erat.

Fase kehidupan yang panjang melewati masa transisi yang beragam. Tak sedikit yang menggugurkan cita-cita masa kecilnya, karena melihat dunia luar yang keras.

Melompat jauh ke alam kekinian. Manusia tumbuh seiring perubahan sosial. Dari sebuah masa dapat berbeda dengan masa kini. Dari cara pandang hingga kebutuhan-kebutuhan praktis dapat mengalami pergeseran. Manusia dituntut lentur mengalir diatas kontur sosial yang dinamis.

Seiring dinamika kehidupan manusia, seluruh aspek kehidupan dipaksa terseret oleh arus perubahan. Namun tidak semua sisi kehidupan harus mengalir menuju hilir, sebab ada tonggak-tonggak asas yang tetap menancapkan kekuatannya.

Ada sebuah fenomena sosial yang menarik untuk diamati. Sebuah gelombang pemujaan terhadap profesi. Di seluruh lapisan masyarakat saat ini mendambakan profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Tak ada salahnya memang memilih karir sebagai abdi negara, namun kerangka mindset dan kultur pencapaiannya yang menurut penulis harus detelaah secara proporsional.

Read more of this post

Kuru Mai Sumange’nu

Oleh: Muhlis H. Pasakai

ImageKuru mai sumange’nu. Bagi suku Bugis khususnya orang Sinjai -setahu penulis-, kalimat ini mungkin tidak asing ditelinga, itupun bagi orang-orang terdahulu dan hidup dipelosok. Bagi generasi yang datang lebih akhir, apalagi yang hidup di kota besar, istilah ini mungkin menjadi kosa kata baru dalam hidupnya.

Kalimat ini biasa diucapkan oleh para orang tua ketika seorang anak atau bayi mengalami kecelakaan, semisal jatuh, terbentur atau tertimpa benda keras.

Kuru mai sumange’nu semacam seruan agar semangat/ spirit sang anak segera kembali/ pulih setelah mengalami kepanikan atas kejadian yang menimpanya.

Read more of this post

“Tidak ilmiah” memecah kebuntuan, evaluasi bagi para tukang tanya

Oleh: Muhlis H. Pasakai

images (1)Hari itu suhu ruang kuliah akan kembali gerah, topik-topik diskusi kembali digulirkan. Para sarjana dari berbagai disiplin ilmu akan beradu kecerdasan dan wawasan. Para penyaji materi akan menghadapi tekanan-tekanan intelektual dan mental dari vokalis-vokalis kritis.

Didepan telah duduk para pemateri yang akan memaparkan makalahnya, mata kuliah “Perkembangan Peserta Didik”. Sesi pertama berjalan lancar, para peserta menyimak materi yang disajikan dengan seksama.

Memasuki sesi tanya jawab, ruang kuliah mulai pengap dengan suara penanya. Berbagai komentar dan tanggapan bermunculan dari para peserta diskusi. Adu argumentasi tak terhindarkan, pembantaian pendapat pun tak terelakkan.

Disini, suasana seperti itu biasa. Setiap ruang diskusi yang terbuka, perbedaan dan egoisme menjadi barang yang sensitif. Kendati alot dan panas, diskusi ini hanya menunggu penyelesaian diujung jarum jam dan terkadang nyeleneh.

Read more of this post