H.Agus Salim/ Masyhudul Haq

H. Agus Salim lahir di Kota Gadang, Sumatera Barat. Nama kecilnya adalah: Masyhudul Haq. H. Agus Salim dikenal sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia, yang menguasai paling sedikit 7 (tujuh) bahasa asing.

Antara tahun 1906-1911, Agus Salim menjadi staf konsulat Belanda di Jeddah. Pada tahun 1915, dia bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua setelah H.O.S Tjokroaminoto. Tahun 1929, saat SI berganti nama menjadi Partai Sarikat Islam Indonesia (PSII), Agus Salim menjadi pengganti H.O.S. Tjokroaminoto. Pada Konferensi Kaum Buruh Internasional di Jenewa (Swiss) pada tahun 1929, Agus Salim ditunjuk sebagai penasihat teknik delegasi Serikat Buruh Negeri Belanda.
Read more of this post

Advertisements

Sukardi Rinakit

Terjebak Rutinitas Selebriti

Ketenaran tidak selamanya membuat seseorang merasa nyaman. Ada kalanya, popularitas menimbulkan rasa jenuh.

Situasi psikologis itu kini tengah dirasakan Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Sukardi Rinakit. Kepada Jawa Pos, Rinakit mengaku akan menyepi sejenak hingga menjelang pemilu presiden (pilpres) pada 2009. “Ini mungkin wawancara terakhir, dua hingga tiga tahun ke depan, saya ingin hening sejenak,” kata pengamat politik yang dekat dengan elite militer nasional itu.

Selama ini, hari-hari Rinakit dihabiskan untuk menjadi pembicara di berbagai forum seminar, diskusi, wawancara TV, radio, mengerjakan proyek penelitian, atau sekadar menulis di media, baik media nasional maupun internasional.

Setiap tulisannya muncul di surat kabar, bisa dipastikan akan datang seratus hingga dua ratus SMS (short message service) ke hand phone-nya (umumnya berisi pujian). Pengirim itu dari berbagai kalangan, mulai para jenderal, anggota DPR-DPRD, hingga para menteri dan mantan menteri.
Read more of this post

KH Ahmad Dahlan (Ketua 1912 – 1922)

Andai saja pada tahun 1868 tidak lahir seorang bayi bernama Muhammad Darwisy (ada literatur yang menulis nama Darwisy saja), Kampung Kauman di sebelah barat Alun-alun Utara Yogyakarta itu boleh dibilang tak memiliki keistimewaan lain, selain sebagai sebuah pemukiman di sekitar Masjid Besar Yogyakarta. Sejarah kemudian mencatat lain, dan Kauman pada akhirnya menjadi sebuah nama besar sebagai kampung kelahiran seorang Pahlawan Kemerdekaan Nasional Indonesia, Kiai Haji Ahmad Dahlan: Sang Penggagas lahirnya Persyarikatan Muhammadiyah pada 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah bertepatan dengan 18 November 1912.

Muhammad Darwisy dilahirkan dari kedua orang tua yang dikenal sangat alim, yaitu KH. Abu Bakar (Imam Khatib Mesjid Besar Kesultanan Yogyakarta) dan Nyai Abu Bakar (puteri H. Ibrahim, Hoofd Penghulu Yogyakarta). Muhammad Darwisy merupakan anak keempat dari tujuh saudara yang lima diantaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Tak ada yang menampik silsilah Muhammad Darwisy sebagai keturunan keduabelas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang wali besar dan terkemuka diantara Wali Songo, serta dikenal pula sebagai pelopor pertama penyebaran dan pengembangan Islam di Tanah Jawa (Kutojo dan Safwan, 1991). Demikian matarantai silsilah itu: Muhammad Darwisy adalah putra K.H. Abu Bakar bin K.H. Muhammad Sulaiman bin Kiyai Murtadla bin Kiyai Ilyas bin Demang Djurung Djuru Kapindo bin Demang Djurung Djuru Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Jatinom) bin Maulana Muhammad Fadlullah (Prapen) bin Maulana ‘Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Maulana Malik Ibrahim (Yunus Salam, 1968: 6).
Read more of this post

Ustad Fadzlan Garamatan

Mengubah Masyarakat Pedalaman Papua


Papua, dikenal sebagai salah satu penghasil emas terbesar di Indonesia. Tak hanya emas, sumber daya alam lainnya pun melimpah. Bumi cenderawasih begitu kaya. Tapi ternyata, kekayaan itu tidak mengangkat derajat hidup masyarakat di sana. Mayoritas masyarakat masih hidup miskin, bahkan sebagaian besar penduduk asli masih tinggal di pedalaman.

Julukan sebagai salah satu provinsi yang tertinggal lantas kerap disematkan pada wilayah paling timur di Indonesia ini. Jika ada orang Papua yang punya keistimewaan, mereka kerap dijuluki sebagai mutiara hitam. Dan salah satu yang layak memperoleh ‘gelar’ itu adalah Muhammad Zaaf Fadhlan Rabbani Al-Garamatan.

Pria kelahiran Patipi, Fak-Fak, 17 Mei 1969 itu, adalah putra dari pasangan Machmud Ibnu Abu Bakar Ibnu Husein Ibnu Suar Al-Garamatan dan Siti Rukiah binti Ismail Ibnu Muhammad Iribaram. Sejak tahun 1985, ia memulai dakwahnya di bumi Papua. Fadhlan, lebih senang menyebut Papua dengan Nuu Waar.
Read more of this post

Siapa Aung San Suu Kyi?

Daw Aung San Suu Kyi lahir di Rangoon, kini bernama Yangon, 19 Juni 1945; umur 67 tahun) adalah seorang aktivis prodemokrasi Myanmar dan pemimpin National League for Democracy(Persatuan Nasional untuk Demokrasi). Saat ini, ia menjadi tahanan rumah. Pada 1991, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel karena berjuang mempromosikan demokrasi di negaranya tanpa menggunakan kekerasan dalam menentang kekuasaan rezim militer. Ia dibebaskan secara resmi oleh junta militer Myanmar pada tanggal 13 November 2010 setelah mendekam sebagai tahanan rumah selama 15 tahun dari 21 tahun masa penahanannya sejak pemilihan umum tahun 1990.
Kehidupan pribadi
Read more of this post

DR. Adian Husaini

Kisah Adian Husaini Menuntut Ilmu

Kamar seluas kurang lebih 4×5 meter persegi itu dikitari rak buku yang berisi beragam jenis buku. Sebuah sisi bagian tengah ruang terletak meja dengan laptop di atasnya. Sebuah televisi di sisi lain, meja tamu lengkap dengan kursi berada di tengah ruang. Di situlah Adian Husaini mengasah pemikirannya, menjelajah dunia ilmu, dan melahirkan karya-karyanya.

Kini, tak kurang dari 25 buku karya mantan wartawan kelahiran Bojonegoro, 17 Desember 1965, ini diterbitkan. Bukunya, Habibie, Soeharto, dan Islam, yang ia tulis pada 1994, sempat mengundang kontroversi, membuatnya mesti berkeliling dari kampus ke kampus mengikuti bedah buku itu. ”Saya tidak mengenal Habibie. Tapi, di situ saya bela Habibie habis-habisan, karena saya melihat di lapangan yang anti-Habibie motifnya agama,” ucap penulis buku Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular-Liberal yang mendapat penghargaan sebagai buku terbaik untuk kategori non-fiksi dalam Islamic Book Fair di Jakarta pada 2006.

Adian berhenti jadi wartawan, melanjutkan kuliah S-2 Hubungan Internasional Universitas Jayabaya sambil aktif di KISDI. Tesisnya soal politik zionis Israel. Dia memang berniat menekuni bidang ini. Studi tentang Yahudi, dalam benak Adian, yang memungkinkan adalah di Amerika, Inggris, atau Israel. Gayung bersambut, seseorang menawarinya beasiswa belajar ke Amerika.

Tengah dalam proses, dia berubah arah. Pertemuannya dengan Hamid Fahmi Syarkasyi membuat sarjana kedokteran hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini berpaling ke Malaysia. Kini ia tengah mempersiapkan disertasi doktornya pada bidang pemikiran dan peradaban Islam di International Institute of Islamic Thought and Civilization – Internasional Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM).

Selasa (24/4) lalu, ayah enam anak –M Syamil Fikri (12 tahun), Bana Fatahillah (10 th), Dina Farhana (8 th), Fatiha Aqsha Kamila (6 th), Fatih Madini (4th), Alima Pia Rasyida (2 th)– dari penikahannya dengan Megawati ini menerima Burhanuddin Bella dari Republika di kediamannya, bilangan Depok. Berikut petikannya:
Read more of this post

Deddy Mizwar


PERSONAL
Deddy Mizwar, lahir di Jakarta, 5 Maret 1955. Ia pertama kali terjun ke dunia film pada 1976, dengan membintangi film CINTA ABADI arahan sutradara Wahyu Sihombing.

Deddy sendiri adalah suami Giselawaty Wiranegara, perempuan yang pertama kali ditemuinya saat bersama membintangi film MISTERI JAIPONG (1981). Dari perkawinan tersebut Deddy dikaruniai dua orang anak, Senandung Nakita dan Zulfikar Rakita Dewa.

KARIR
Deddy yang pada 1986 pernah terpilih sebagai aktor terbaik dengan meraih empat Piala Citra sekaligus dalam FFI 1986 dan 1987 itu memilih profesinya di bidang teater, dan melepaskan pekerjaannya sebagai pegawai negeri pada 1976.

Sampai kini, Deddy tercatat telah membintangi 73 judul film, dan berkali-kali meraih penghargaan Piala Citra baik sebagai peran utama maupun peran pembantu. Film-filmnya di antaranya, ARIE HANGGGARA, NAGA BONAR, KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP, OPERA JAKARTA, SUNAN KALIJAGA, SYECH SITI JENAR dan KUBERIKAN SEGALANYA.
Read more of this post

Ridwan Saidi

Ridwan Saidi, pria kelahiran Jakarta, 2 Juli 1942, ini seorang politisi dan budaywan Betawi. Lulusan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini mantan Ketua Umum PB HMI, 1974-1976 dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 1977-1987.

Saat menjadi anggota DPR, mantan Ketua KNPI (1973-1978), ini hanya memiliki sebuah skuter Bajaj. Namun, ia lebih senang naik bis dan hidup hanya dari gajinya.

Semasa mahasiswa, pernah dua setengah tahun berhenti kuliah. Hanya memiliki celana dua potong, yang satunya malah sobek. Sebelum menyelesaikan pendidikan di FISIP UI, ia pernas studi di Fakultas Publistik, Universitas Padjadjaran 1962-1963namun tidak selesai. Semasa mahasiswa aktif sebagai Kepala Staf Batalion Soeprapto Resimen Mahasiswa Arief Rahman Hakim (1966), Sekretaris Jendral Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (1973-1975) dan Ketua Umum PB HMI (1974-1976).

Kemudian, ia menjadi Anggota DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, 1977-1982 dan 1982-1987 serta menjadi Wakil Ketua Komisi APBN, 1977-1982 dan Wakil Ketua Komisi X, 1982-1987. Lalu, ia menjadi Ketua Umum Partai Masyumi Baru, 1995-2003.

Budayawan Betawi yang pernah belajar melukis dari bekas teman SMP-nya, Sutradara Ali Shahab ini menjadi Ketua Steering Comittee Kongres Kebudayaan, 2003. Di samping itu aktif sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Democracy Watch dan Ketua Komite Waspada Komunisme.

Suami dari Yahma Wisnani ini juga seorang penulis produktif. Selain menulis di berbagai media massa, ia telah menerbitakn beberapa karyanya, antara lain: Golkar Pascapemilu 1992, 1993; Anak Betawi Diburu Intel Yahudi, 1996; Profil Orang Betawi: Asal muasal, kebudayaan, dan adat istiadatnya, 1997; Status Piagam Jakarta: Tinjauan hukum dan sejarah, 2007.
Read more of this post

Munarman

Munarman, SH. (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 16 September 1968; umur 43 tahun) adalah jubir FPI, advokat, mantan aktivis HAM, mantan ketua umum YLBHI dan kemudian beralih menjadi Panglima Komando Laskar Islam, kelompok paramiliter FPI, sebuah organisasi Islam bergaris keras dan merupakan anak ke enam dari 11 bersaudara dari H. Hamid. Munarman, seorang pensiunan guru SD dan Ny. Nurjanah. Munarman memiliki satu istri yang sedang hamil 8 bulan saat ia menjadi buronan pada Juni 2008, dan dua putra.

Pendidikan

Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang (Lulus 1994).

Pekerjaan dan pengalaman organisasi:

Ketua Gemapala Wigman FH Unsri 1990-1991
Kepala Divisi Pertanahan LBH Palembang 1996
Kepala Operasional LBH Palembang 1997-1998
Pjs Direktur LBH Banda Aceh 1999-2000
Pjs Koordinator Kontras Aceh 1999
Koordinator Kontras Jakarta 2000-2001
Ketua Divisi Hak Sipil dan Politik YLBHI 2001-2002
Ketua YLBHI 2002-2006
Staf Ahli Jaksa Agung 2004-2007
Ketua An Nashr Institut
Panglima Komando Laskar Islam.
Founder and Senior Partners Munarman, Do’ak & Partners Advocate & Legal Consultant 2007-Sekarang.
Read more of this post

Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar atau sering dipanggil dengan nama Gus Imin atau Cak Imin (lahir di Jombang, Jawa Timur, 24 September 1966; umur 45 tahun) adalah politikus Indonesia yang menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejak 22 Oktober 2009. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa. Muhaimin Iskandar memperoleh gelar sarjana politik dari Universitas Gadjah Mada dan magister komunikasi dari Universitas Indonesia.
Read more of this post

Bambang Widjojanto

Bambang lahir di Jakarta, 18 Oktober 1959. Pada tahun 1984, Bambang menyelesaikan studi di Universitas Jayabaya.

Di awal kariernya, Bambang banyak bergabung dengan lembaga bantuan hukum (LBH), seperti LBH Jakarta, LBH Jayapura (1986-1993), dan Yayasan LBH Indonesia menggantikan Adnan Buyung Nasution menjadi Dewan Pengurus Yayasan LBH Indonesia (1995-2000).
Read more of this post

DR. Ir. Dradjad Hari Wibowo, M.Ec

Nama Lengkap & Gelar :Dr. Ir. Dradjad Hari Wibowo, M.Ec.

Jenis Kelamin :Laki-Laki

Tempat & Tanggal Lahir: Surabaya, 20-Mei-1964

Agama: Islam

Status Pernikahan: Menikah

Nama Istri/Suami: Dr. Ir. Krisfianti Linda Ginoga, M.Ec.

Jumlah Anak : 8 (delapan) Orang

Alamat Kantor : Gd. DPR/MPR RI Jakarta Nusantara I Lt. 19 R. 1920 Jl. Gatot Subroto Jakarta

Telpon,Fax Kantor: 5755771, 5755770, 5756022, 5756030
Read more of this post

Sutrisno Bachir

Nama:
Soetrisno Bachir
Lahir:
Pekalongan, Jawa Tengah, 10 April 1957
Agama:
Islam
Jabatan:
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Periode 2005/2010
Istri:
Anita Rosana Dewi (Menikah 1989)
Read more of this post

Ali Mochtar Ngabalin

Drs. H. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si
Lahir: Fakfak, 25 Desember 1969
Agama: Islam
Istri: Henny Muis, SE
Anak: 1. Fuad Ali Mochtar 2. Faroek Ali Mochtar 3. Fathe Ali Mochtar 4. Farhaad Ali Mochtar 5. Fauzan Ali Mochtar
Read more of this post

Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum, akrab disapa dengan Anas, (lahir di Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969; umur 40 tahun) adalah politikus Indonesia. Ia menjabat Ketua Umum Partai Demokrat sejak 23 Mei 2010 setelah memenangi pemilihan ketua umum di ajang Kongres II Partai Demokrat di Padalarang, Bandung, Jawa Barat 21-23 Mei 2010.
Read more of this post